Silahkan Mencari!!!

Rabu, 09 Februari 2011

Dating Now (Series 2002)


Details
Title: 지금은 연애중 / Jigeumeun Yeonaejung
Also known as: Dating Now
Genre: Drama, romance
Episodes: 16
Broadcast network: SBS
Broadcast period: 2002-Jan-16 to 2002-Mar-07
Air time: Wednesday & Thursday 21:55

Synopsis
Ho-Jung is a cute, naive girl who often falls head over heals with the wrong guys. Both Ho-Jung and Kyu-In, her neighbor, are idealistic about love. They start off on the wrong foot and treats each other as if they were siblings, constantly fighting. Ho-Jung's friend Cha Hee has a thing for Kyu-In and Ho-Jung later realizes that she too has feelings for him. Ho-Jae, Ho-Jung's brother, is a player, who has good physical features. Things start to get complicated for Ho-Jae when he falls for Ho-Jung's friend Soo-Ji, who does not have a physical appeal but has a good personality and intelligence.

Cast
Chae Rim as Yoon Ho-jung
So Ji Sub as Choi Kyo-in
Choi Yoon Young as Kang Cha-hee
Kwon Sang Woo as Yoon Ho-jae
Kim Na Woon as Choi Kyo-sun
Lee Eui Jung as Soo-Ji
Han Jin Hee as Ho-jung's dad
Sung Si Kyung as Han Jae-young
Lee Jae Hwang

Production Credits
Screenwriter: Yoon Sung Hee
Chief producer: Woon Goon Il
Director: Oh Se Kang



Dating Now
Ep.1
Niatnya untuk mengundang anak itu ke pesta ulang tahun buyar karena pada saat bersamaan orangtuanya berencana untuk pindah rumah. Akibatnya Ho-jung berjanji untuk menyimpan nama pria yang disukai dalam hati.

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, Ho-jung telah duduk di bangku sekolah menengah dan memilih untuk asyik dengan diri sendiri sementara teman-temannya asyik mengejar pria-pria tampan. Rupanya, ia belum bisa melupakan sosok sahabatnya saat kecil dulu. Namun, semuanya berubah ketika bertemu seorang pemuda kuliahan yang tampil cool.

Demi pria itu, Ho-jung rela bolos sekolah untuk menemuinya di stasiun bis. Disana, ia berpapasan dengan pemuda sederhana bernama Kyo-in yang pindah ke Seoul untuk meneruskan kuliah. Namun selain pelajarannya kandas, ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. Pria yang ditaksirnya justru malah menyukai gadis lain bernama Cha-hee yang berpenampilan dewasa meski seusia.

Karena tidak tahan, Ho-jung ditemani sahabat baiknya Soo-ji yang kutu buku melabrak Cha-hee dan bertaruh. Bisa ditebak, Ho-jung kalah dalam taruhan itu. Dalam kesedihannya, Ho-jung menangis di tempat sepi, namun terhenti karena heran melihat Soo-ji ikut menangis. Rupanya, diam-diam gadis itu juga menyukai pria yang sama.

Parahnya lagi, saat mengobrol berdua ia tertangkap basah oleh sang ibu dan dimarahi habis-habisan dalam perjalanan pulang. Untuk menghindari amarah, ia bersembunyi dikamar salah seorang sahabatnya yang ternyata adalah kakak Kyo-in. Kebetulan, sang adik Ho-jae seorang pria tampan yang menjadi rebutan para wanita baru saja dipukuli orang.

Saat pulang malam, ia dicegat Cha-hee yang menagih janji. Dengan mengendarai motor, ia diajak kepinggir sebuah sungai. Rupanya, Cha-hee mengagumi gadis polos itu dan ingin bersahabat. Ia juga berjanji tidak akan mendekati pria yang sedang disukai Ho-jung lagi. Meski kehilangan pria idaman, Ho-jung mendapatkan seorang sahabat baru.

Ep.2
Liburan di tempat ski es menjadi pengalaman berkesan bagi Ho-jung dkk, ketiganya mengalami kejadian tak terlupakan selama disana. Seperti yang sudah diduga, Cha-hee menjadi pusat perhatian dan dikerubungi oleh banyak pria.

Dengan alasan kuatir akan keselamatan kakaknya yang gagal masuk universitas, Ho-jae membujuk Kyo-in untuk menemaninya ke tempat dimana Ho-jung berada. Saat berjalan sendirian, Ho-jung bertemu kembali dengan si pria misterius yang ternyata bernama Hyeon-myeong. Keduanya mengobrol hingga tidak sadar hari telah larut malam.

Kyo-in dan Ho-jae bertemu dengan Cha-hee dan Soo-ji, keempatnya panik ketika tahu Ho-jung menghilang. Setelah mencari kesana-kemari, gadis itu muncul bersama dengan teman barunya. Melihat Ho-jung tenang-tenang saja, Kyo-in marah dan keduanya bertengkar.

Belakangan baru ketahuan kalau ternyata ibu Ho-jung sama sekali tidak mengetahui keberadaan anak gadisnya itu, semua hanya akal-akalan Ho-jae yang ingin ikut bersenang-senang. Saat menjelang tidur, ketiga gadis itu memimpikan pria pujaan masing-masing dan tertawa-tawa sendiri. Sementara itu dikamar sebelah, Ho-jae mengigau sambil memanggil-manggil nama Soo-ji.

Saat kembali kekota, Ho-jung kembali bertemu dengan Hyeon-myeong bekerja di sebuah toko. Yakin itu adalah takdir, gadis itu langsung mengambil kesempatan dan melamar sebagai salah satu karyawan. Waktu terus berlalu, masing-masing sibuk dengan kegiatan.

Suatu hari ketika Hyeon-myeong sedih, Ho-jung menghiburnya. Kejadian digudang tersebut malah membawa gadis itu mendapat ciuman pertama, namun dasar apes, keduanya dipergoki oleh Kyo-in. Karena lugu, Ho-jung meminjamkan uang pada Hyeon-myeong tanpa sadar kalau pria itu sudah memiliki pacar. Ibunya yang tidak terima mendatangi kafe tempat Ho-jung bekerja dan menyindir Hyeon-myeong.

Kyo-in yang melihat Hyeon-myeong bersama wanita lain berusaha menasehati Ho-jung untuk tidak terlalu percaya pada orang lain. Saat bertemu muka, Hyeon-myeong meminta supaya Ho-jung mau belajar dengan keras. Ucapan itu membuatnya berniat untuk kuliah kembali, ia meminta bantuan Kyo-in untuk bisa lolos.

Sebelum ujian dimulai, Ho-jung menelepon Hyeon-myeong dan meminta waktu bertemu setelah semuanya selesai. Perhatian itu membuat Kyo-in sebal, keduanya kembali bertengkar. Keributan terhenti berkat kemunculan Ho-jae, yang mengajak keduanya bergabung dengan Soo-ji dan Cha-hee untuk menghabiskan malam natal bersama.

Ep.3
Saat mengobrol berdua (disaksikan oleh Cha-hee dan Soo-ji dari kejauhan), bukannya merasa bersalah, Hyun-myeong dengan angkuh mengatakan bahwa berkat dirinyalah Ho-jung mau meneruskan kuliah lagi. Sepeninggal pria itu, ia langsung dihibur oleh dua sahabatnya.

Waktu bertemu Kyo-in, Ho-jung mengatakan akan berusaha menjadi orang yang pintar supaya San-ming tertarik dengannya. Tak terasa empat tahun berlalu sejak kejadian itu, kecantikan Ho-jung semakin jelas meski ia tidak menyadari, sampai-sampai salah seorang rekan di kampus yang sama sekali tidak dikenalnya bernama Jin-seong menyatakan cinta didepan umum dengan memberikan sejumlah bunga mawar dalam ember.

Tindakan Jin-seong tidak hanya sampai disitu, ia terus-menerus mengikuti dan membantu Ho-jung saat gadis itu berada dalam situasi-situasi sulit sampai merasa malu dan tidak bisa berkata apa-apa. Kepada sang nenek, ia menceritakan kejadian unik yang dialaminya tersebut. Sementara itu ditempat lain, Kyo-in bertemu Cha-hee saat naik dalam sebuah pesawat.

Dirumah, kejadian lucu kembali terjadi antara Soo-ji dan Ho-jae yang lagi-lagi bertengkar. Diluar rumah, Ho-jung yang baru pulang secara tidak sengaja memergoki Cha-hee yang memeluk Kyo-in hingga pemuda itu salah tingkah. Akibatnya, kedua muda-mudi itu diinterogasi di tempat terpisah.

Ho-jung memutuskan mengajak teman-temannya untuk datang ke pesta ulang tahun Jin-seong, namun kesetiaan pria itu sebelumya diuji oleh Cha-hee (yang untuk pertama kalinya gagal memikat pria). Saat masuk ke ruang pesta ultah yang diadakan disebuah kafe, semua terbelalak melihat isinya.

Dalam pesta itu, Jin-seong memberikan sebuah cincin yang dipasangkan ke jari Ho-jung, dan membuat gadis itu kehilangan kata-kata. Keduanya resmi memploklamirkan diri sebagai sepasang kekasih, diiringi Kyo-in yang menggerutu tidak akan melakukan hal seperti itu terhadap wanita manapun. Saat tinggal berdua, giliran Cha-hee memploklamirkan cintanya pada pemuda itu.

Ternyata hubungan Ho-jung tidak semulus yang diduga semula, pasalnya Jin-seong adalah tipe pria yang pencemburu berat. Pria itu bahkan dengan berani menyerang pemilik kafe tempat Ho-jung bekerja, dan nyaris baku-hantam dengan Kyo-in yang kebetulan berada disana.

Kejadian tersebut membuat Ho-jung marah besar dan berniat putus, namun Jin-seong dengan tampang memelas minta dimaafkan. Namun setelah berdamai, sifat lamanya muncul kembali. Ia membatasi setiap kegiatan sang pacar, dan yang paling mengejutkan, melamar gadis itu dan mengajaknya pindah ke luar negeri.

Ep.4
Beruntung, Ho-jae dan Kyo-in muncul untuk mengusir Jin-seong. Sendirian diatas atap rumah, Ho-jung menghela napas dan tidak habis pikir akan kesialannya dalam memilih pria, belakangan sang ayah muncul dan menghiburnya.

Meski tidak mudah mencari pria yang sesuai dengan kriterianya, namun Ho-jung merasa puas karena dikelilingi teman-teman yang sangat baik dan mau menemaninya berlibur. Saat hendak membeli sambal bersama Cha-hee dan Soo-ji, ia kembali bertemu Jin-seong yang meminta waktu bicara empat mata.

Kyo-in yang mendengar kabar itu panik dan mengajak teman-temannya mencari Ho-jung. Apa yang ditakutkannya menjadi kenyataan, Jin-seong berubah beringas ketika mendengar Ho-jung berpamitan dan mengejar gadis itu sampai ke pinggir pantai. Kyo-in dan Ho-jae berhasil menangkap Jin-seong dan memukulinya bersama Cha-hee, namun kejadian tersebut membuat mereka berurusan dengan polisi.

Saat kembali ke rumah Ho-jung mengikuti saran Soo-ji untuk membakar fotonya bersama Jin-seong dan meminum abunya untuk 'mengusir' pria itu. Kyo-in yang melihat langsung menyindir tingkah tersebut, keduanya minum bir bersama. Karena tidak biasa, Kyo-in mabuk dan secara tidak sadar mengaku kalau dirinya diam-diam menyukai Ho-jung yang kerap dikatainya.

Ungkapan tersebut membuat hati gadis itu, entah kenapa, merasa sejuk. Ia memutuskan untuk mencari uang tambahan dengan membuka warung makan kecil-kecilan. Sementara itu, Soo-ji berkenalan dengan seorang mahasiswa kedokteran murid sang ayah. Hubungan keduanya terdengar oleh Cha-hee dan Ho-jung, yang langsung berusaha mempersiapkan gadis itu untuk kencan pertama.

Hubungan Cha-hee dan Kyo-in tidak berjalan mulus karena besarnya jurang perbedaan diantara keduanya, Cha-hee yang diminta untuk tidak merokok meminta sang pacar untuk tidak lagi memerintahnya. Bagaimana dengan Soo-ji? Kencannya yang sempat ditengahi oleh kejadian lucu berantakan setelah ketahuan bahwa sang pria mendekatinya untuk mendapat kemudahan nilai.

Soo-ji yang sedih semakin kesal melihat Ho-jae sedang merayu seorang wanita yang didekati hanya untuk mendapatkan materinya. Cha-hee juga mengalami musibah, ibunya kembali mencoba bunuh diri gara-gara seorang pria. Tinggal Ho-jung yang kebingungan karena saat pembukaan warung, tidak satupun sahabatnya yang muncul.

Ep.5
Pertengkaran itu berusaha ditengahi Kyo-in dengan memberitahu kalau ibu Cha-hee sakit, namun ucapan tersebut malah ditimpali oleh Ho-jung yang membuat gadis itu tersinggung, kemudian melengos pergi diiringi tatapan bingung Ho-jung dan Soo-ji.

Kyo-in menyusul dan berusaha menarik tangan Cha-hee, namun ditepis. Tak jauh dari sana, Soo-ji memberi tahu Ho-jung bahwa pertengkaran tersebut bisa jadi disebabkan karena sahabatnya itu menyimpan perasaan khusus terhadap Kyo-in. Ucapan itu membuat gadis itu mulai berkhayal lagi, dan membuatnya salah tingkah saat bertemu pria itu.

Ho-jae yang bekerja sebagai pelatih renang diomeli habis-habisan oleh sang ibu, yang melempari anaknya dengan pelampung sehingga tercebur dikolam diiringi tawa cekikikan murid-muridnya. Meski konyol, ternyata Ho-jae memiliki hati baik. Terbukti, ia berusaha membantu Soo-ji yang kerap dilecehkan, bahkan mengajak gadis itu ke dokter untuk operasi plastik.

Usaha Ho-jung ternyata tidak bertahan lama, ia bertengkar dengan seorang wanita setengah baya yang merupakan pemilik warung saingan. Sang ibu yang telah mengetahui usaha sampingan tersebut ikut memarahi, sehingga Ho-jung mulai serba salah. Saat menangis diluar, ia bertemu Kyo-in. Kata-kata pria itu yang penuh optimisme membangkitkan semangatnya untuk berusaha lagi.

Obrolan mereka terputus oleh bunyi pager, Kyo-in diminta menemui Cha-hee disebuah kafe. Karena tidak enak, Kyo-in mengajak gadis itu untuk menemui kakaknya yang sayangnya tidak menyambut baik kehadiran Cha-hee. Tak lama, Kyo-in bergegas meninggalkan 'pacar'nya tersebut begitu mendengar Ho-jung mengalami musibah.

Untuk menghibur gadis yang ditimpa musibah tersebut, Kyo-in menggendongnya hingga dirumah. Adegan itu terlihat oleh Cha-hee yang masih menunggu. Keesokan harinya saat bertemu, Cha-hee menceritakan janjinya pada Ho-jung dan meminta supaya Kyo-in menjaga diri. Gadis itu juga menemui Ho-jung, dan menceritakan semua ucapannya.

Mendengar ucapan itu, Ho-jung berusaha menghindari Kyo-in, namun pemuda itu meneleponnya dan mengajak bertemu. Saat mengobrol, Ho-jung mengutarakan bahwa hatinya terasa sakit setiap kali melihat Kyo-in bersama Cha-hee. Keruan saja Kyo-in bengong mendengarnya.

Ep.6
Pertengkaran mereka terhenti oleh ucapan Kyo-in yang kesal. Saat berdua, pria itu meminta Cha-hee untuk tidak lagi melakukan hal tersebut yang menurutnya kerap dilakukan dengan pria lain. Ia mulai merasa bersalah mendengar pengakuan Cha-hee : ternyata itulah ciuman pertama gadis itu.

Kejadian tersebut membuat Ho-jung mulai ragu-ragu terhadap hubungannya dengan Kyo-in, ia memutuskan untuk menghindari pemuda itu. Dilain tempat, Ho-jae yang sebenarnya menyukai Soo-ji berpura-pura hendak memanfaatkan kekayaan gadis itu, keruan saja Soo-ji marah, menampar pemuda itu, dan masuk kedalam rumah dengan patah hati.

Untuk melupakan Soo-ji, Ho-jae berusaha hidup ugal-ugalan dan berkencan dengan seorang gadis kaya. Namun saat dikamar hotel, ucapan Soo-ji terus terngiang dibenaknya sehingga niat bersenang-senang batal. Lebih buruk lagi, saat hendak keluar kamar dalam keadaan setengah telanjang, tangannya terjepit pintu lift.

Untuk membereskan masalah, Ho-jung menemui Cha-hee dan mengaku kalau dirinya menyukai Kyo-in. Rupanya Cha-hee juga sama, dan ia berniat untuk mempertahankan pemuda itu serta tidak mampu memenuhi janji yang pernah diucapkannya pada Ho-jung saat pertama kali berkenalan. Keduanya mulai bersaing memperebutkan Kyo-in.

Saat bekerja sebagai pembagi brosur, Ho-jung bertemu dengan Kyo-in yang kemudian malah membantunya. Keduanya meneruskan obroan saat pulang, namun dirumah keduanya terkejut melihat Cha-hee ada disana. Rupanya, gadis itu bertekad berubah menjadi gadis yang diinginkan Kyo-in. Ia bahkan berhenti merokok dan belajar memasak dari kakak Kyo-in yang tidak menyukainya.

Mengikuti saran Kyo-in, Ho-jung berniat untuk belajar fotografi dan meminjam kamera ibu Soo-ji. Dasar apes, obyek yang hendak difotonya menolak bahkan menyiramnya dengan air. Terakhir, kameranya malah direbut dan diancam akan dihancurkan oleh seorang tuna wisma kalau saja gadis itu tidak membuatkannya makanan. Saat mendengar, Kyo-in tidak habis pikir dengan keluguan Ho-jung.

Namun, dari tuna wisma itu Ho-jung bisa melihat kenyataan hidup dari orang-orang disekitarnya dan bahwa hidup kadang tidak seperti apa yang nampak. Bagaimana dengan Kyo-in? Ia tidak mampu menolak ajakan Cha-hee untuk bertemu ibu gadis itu, namun pertemuan mereka berlangsung singkat karena munculnya sebuah karangan bunga dilengkapi sebuah surat.

Ternyata, surat itu berasal dari ayah Cha-hee yang telah lama menghilang. Gadis itu akhirnya bertengkar dengan sang ayah, dan terlihat oleh Ho-jung yang kebetulan lewat. Saat minum bersama, Cha-hee mengaku tidak ingin menceritakan masalahnya karena tidak mau dikasihani. Pengakuan itu semakin membuat Ho-jung tidak tega untuk melanjutkan hubungan dengan Kyo-in.

Ep.7
Dengan penuh kemarahan, Kyo-in pergi sambil menyatakan muak melihat wanita yang bersifat seperti Ho-jung. Ia tidak tahu bahwa dibelakangnya, Ho-jung sedih bukan kepalang. Saat sampai dirumah, gadis itu menangis tersedu-sedu karena tahu pria yang dicintainya sudah pergi jauh.

Meski berusaha keras, Ho-jae tidak bisa melupakan Soo-ji. Ia mendatangi rumah gadis itu dan menyatakan bakal berusaha supaya wanita yang dicintainya itu kembali menyukainya. Saat memeluk, pemuda itu tertangkap basah oleh ibu Soo-ji yang hanya bisa bengong. Menepati janji, Ho-jae terus mengikuti Soo-ji dikampus sampai pulang kerumah lagi sampai gadis itu kesal setengah mati.

Saat sedih, kebetulan Ho-jung bertemu dengan Kyo-sun kakak Kyo-in dan ditawari bekerja sebagai penerima karcis tol. Disana, ia bertemu dengan seorang pria bernama Han Jeong-hoon yang menyerahkan kartu nama sambil berujar supaya gadis itu datang ketempatnya yang ternyata adalah sebuah kafe. Sempat terjadi salah-paham saat Ho-jung datang bersama Soo-ji kesana.

Ketika tahu Ho-jung 'memutuskan' Kyo-in, Cha-hee mendatangi sahabatnya itu dan saat mengobrol, bisa menebak bahwa semua itu dilakukan dengan dasar belas kasihan. Untuk mengakali semuanya, Ho-jung mengundang Kyo-in, Cha-hee, Ho-jae, dan Soo-ji ke kafe dan memperkenalkan Jeong-hoon sebagai pacar baru.

Setelah Ho-jae pulang bersama Soo-ji, Kyo-in yang mabuk mulai berbicara ngelantur sehingga harus dipapah pulang. Saat bangun keesokan paginya, pria itu terkejut ketika mendapati dirinya tanpa busana dan Cha-hee keluar dari kamar mandi sambil tersenyum. Sementara itu, Soo-ji juga dilarang oleh kedua orang tuanya untuk bertemu Ho-jae.

Mendengar sahabat baiknya jatuh cinta pada sang adik, Ho-jung pulang sambil marah-marah dan memukul Ho-jae. Berusaha membela diri, Ho-jae malah kelepasan bicara bahwa Kyo-in telah tidur bersama Cha-hee. Ketika bertemu dengan pemuda yang dicintainya tersebut, Ho-jung melampiaskan kejengkelannya namun mendapat perlawanan.

Berusaha menunjukkan tanggung jawabnya, Kyo-in membawa Cha-hee kedepan sang kakak yang kebetulan sedang bersama Ho-jung menyatakan keinginannya untuk menikahi sang pacar. Tidak hanya itu, ia juga meminta Kyo-sun untuk memperlakukan Cha-hee seperti keluarga. Bukannya senang, Cha-hee keluar dengan marah karena dia tahu Kyo-in melakukannya semata-mata karena rasa bersalah.

Ho-jae dan Soo-ji nampaknya benar-benar telah saling jatuh cinta satu sama lain, keduanya secara sembunyi-sembunyi bertemu. Saat mengantar ke depan pintu rumah, keduanya kepergok oleh ayah Soo-ji yang langsung mengamuk dan meminta Ho-jae untuk tidak lagi menemui gadis itu. Dengan wajah serius, pemuda itu menyatakan tidak sanggup meluluskan permintaan tersebut.

Ep.8
Mudah ditebak, keduanya terlibat adu mulut sengit. Ho-jung sendiri menjalankan niatnya berlibur dengan Jeong-hoon, dan mematikan pager-nya karena In-wook terus mengirim pesan. Saat melihat gadis itu mengambil foto, Jeong-hoon terpesona dan mengutarakan rasa sukanya pada Ho-jung.

Masalah Kyo-in semakin pelik karena Cha-hee terus menjauhinya, sampai-sampai ibu gadis itu berusaha mempertemukan keduanya. Dengan wajah kesal, Cha-hee menceritakan kejadian sebenarnya saat malam dimana Kyo-in mabuk, rupanya mereka tidak pernah tidur bersama. Yang membuat Cha-hee jengkel, saat mabukpun Kyo-in masih terus menyebut-nyebut nama Ho-jung.

Ho-jae dan Soo-ji semakin mesra, namun hubungan mereka ditentang oleh ibu gadis itu. Saat tiba dirumah, Ho-jae mendapat kabar kalau dirinya diterima masuk ketentaraan. Ditengah ucapan bangga, diam-diam ia merasa sedih karena harus berpisah dengan Soo-ji. Untuk mengisi hari-hari kebebasannya yang tinggal sebentar, pemuda itu berusaha menemani sang pacar setiap saat.

Hubungan keduanya tercium oleh keluarga kedua pihak, sampai-sampai ibu dan ayah dari pihak masing-masing berkumpul di rumah Ho-jae. Saat tiba dirumah, Ho-jae dan Soo-ji disidang. Keduanya saling membela saat orang tua masing-masing berusaha 'menjatuhkan' pasangannya. Karena kehabisan akal, ibu Soo-ji menyeret anaknya pulang.

Melihat kedekatan Ho-jung dengan Jeong-hoon, seorang wanita mendekati gadis itu dan membeberkan identitasnya sebagai istri pria tersebut. Kabar tersebut secara tidak sengaja terdengar Kyo-in saat mengobrol dengan Ho-jae, ia langsung mendatangi gadis itu untuk menunjukkan bahwa dugaannya benar sehingga mereka kembali bertengkar.

Belakangan, Ho-jung mendengar bahwa Kyo-in berencana masuk ketentaraan seperti adiknya. Ia langsung melabrak pria itu dan mengatainya pengecut serta berusaha lari dari masalah, kemudian mengajak Cha-hee untuk membujuk Kyo-in membatalkan niatnya. Namun, Cha-hee yang keras kepala menolak permintaan itu.

Di malam terakhir sebelum keberangkatan, Ho-jae mengajak Soo-ji berjalan-jalan untuk terakhir kali. Sempat dicegah oleh ibunya, Soo-ji berhasil lolos dan mengenakan sepatu Ho-jae. Dalam suasana romantis di sebuah kafe, keduanya nyaris berciuman namun dikagetkan oleh pelayan toko. Mereka akhirnya menghabiskan malam dengan menginap di sebuah motel dan tidur dengan posisi duduk.

Hari bergabungnya Kyo-in dan Ho-jae di ketentaraan akhirnya tiba, Ho-jae ditemani Soo-ji dan keduanya berpelukan. Sementara itu, Kyo-in juga berdamai dengan Ho-jung dan menitipkan berbagai pesan untuk gadis itu. Saat hendak mengambil foto pria itu, tak terasa air mata Ho-jung mengalir dengan deras.

Ep.9
Perpisahan dengan Kyo-in membuat Ho-jung sedih, namun semua itu sedikit terobati dengan saling surat-menyurat. Hal yang sama terjadi pada Ho-jae, yang dengan nekatnya mencuri-curi telepon di kantor atasannya. Akibatnya, tingkah pria itu ketahuan dan mendapat hukuman.

Saat pulang berlibur, perselisihan antara Ho-jae dan Soo-ji tidak bisa dihindari karena perbedaan sifat keduanya. Namun seperti halnya pasangan yang berpacaran, keduanya berbaikan lagi. Begitu pula dengan Ho-jung, yang akhirnya berpacaran dengan Kyo-in setelah dicium saat keduanya bertemu.

Namun hubungan tersebut tidak bertahan lama, pasalnya Kyo-in yang cemburuan tanpa sengaja malah bersikap kasar dan posesif. Melihat reaksi Ho-jung yang kurang baik, Kyo-in yang semula sudah mempersiapkan cincin untuk melamar membatalkan niatnya dan harus menelan kecewa.

Sempat memeluk gadis itu dari belakang, Kyo-in sempat mempertanyakan perasaan cinta Ho-jung kepadanya, namun Ho-jung dengan air mata berderai mengatakan bahwa cara mencintai pria itu sangat menyakitkan. Sejak kejadian itu, keduanya tidak saling menghubungi satu sama lain selama beberapa waktu.

Tak terasa beberapa tahun berlalu, Ho-jung sudah lulus kuliah, Soo-ji sedang menjalankan praktek sebagai seorang dokter. Hubungan gadis berkacamata itu dan Ho-jae semakin mantap, meski ibu gadis itu menolak kehadiran pria itu dan terus berusaha menjodohkan anaknya dengan calon yang lebih sesuai. Saat berjalan berdua, mereka melihat poster gambar Cha-hee sebagai model terkenal.

Sementara itu, Kyo-in yang telah menuntaskan tugas wajib militernya berencana kembali kerumah sang kakak dan melamar pekerjaan. Dasar nasib, ia gagal seleksi karena menolong seorang peserta lain. Kejadian itu membawanya berkenalan dengan seorang pria bernama Gun-woo.

Ho-jung was-was menyambut kedatangan pria itu, dan harus kembali memendam kecewa saat melihat Kyo-in telah berubah drastis. Iapun berniat untuk melanjutkan hidupnya, dimulai dengan mencari teman prianya saat di bangku sekolah dasar. Siapa sangka, email yang dikirimnya mendapat balasan dari pria itu, yang ternyata adalah Gun-woo.

Tepat saat Kyo-in secara tidak sengaja bertemu Cha-hee, Ho-jung juga berencana untuk menemui pria teman masa kecilnya. Keadaan mulai kusut ketika Ho-jae memergoki Soo-ji yang (lagi-lagi) dijodohkan ibunya. Sempat marah, Ho-jae tidak berkutik ketika Cha-hee muncul dan menyuruhnya di depan sang kekasih dan ibunya. Rupanya, pria itu bekerja sebagai sopir.

Ep.10
Akibatnya, Kyo-in menjadi salah tingkah ketika berada ditengah Gun-woo dan Ho-jung. Gadis itu bukannya tidak sadar dengan sikap tersebut, namun Kyo-in mampu berkelit dan berkesan tidak perduli sehingga Ho-jung mulai merasa sedih.

Hubungan Ho-jae dan Soo-ji memburuk, keadaan semakin bertambah kacau ketika ibu gadis itu berniat untuk menjodohkan putri satu-satunya tersebut dengan pria yang dianggap pantas. Panas mendengarnya, Ho-jae mendatangi pria yang ternyata rekan sekerja Soo-ji ke klinik, namun tingkah itu malah membuat gadis itu yakin hubungannya tidak bisa dipertahankan lagi.

Bekerja sama dengan Gun-woo, Kyo-in berusaha menggolkan rencana promosi bir perusahaan tempatnya bekerja. Ia mendatangi Cha-hee dan meminta gadis itu menjadi model iklannya, serta menyanggupi sejumlah persyaratan yang diajukan. Namun begitu mendengar Kyo-in telah memilih fotografer, Cha-hee nyaris saja membatalkan kalau saja tidak melihat siapa orang itu : Ho-jung.

Gun-woo nampaknya benar-benar menyukai Ho-jung, ia mengajak gadis itu berkencan dan mengutarakan perasaannya sambil menyelipkan foto diri ke buku harian. Perasaan Ho-jung semakin berkecamuk, sebab di sisi lain ia belum sepenuhnya bisa melupakan Kyo-in.

Ho-jae berniat untuk bisa merebut kembali hati Soo-ji, ia berhasil muncul sebagai sampul majalah bersama Cha-hee dan berniat terjun total kedunia model. Saat ingin menyampaikan berita gembira itu ke rumah sang pacar, semangatnya runtuh melihat pria rekan kerja Soo-ji disambut baik oleh keluarga gadis itu.

Mendengar Gun-woo telah mengutarakan perasaannya, Kyo-in semakin berusaha menjaga jarak dengan Ho-jung dan meminta gadis itu untuk tidak membeberkan hubungan mereka dimasa lalu. Dasar apes, saat makan berempat, Cha-hee kelepasan bicara didepan Gun-woo yang membuat pria itu shock.

Ep.11
Setelah mengantar Ho-jung pulang, Kyo-in diajak bicara empat mata. Gun-woo mengaku kecewa karena hal sepenting itu, namun sang sahabat menyangkal masih mencintai Ho-jung dan mempersilakan Gun-woo untuk berpacaran dengan gadis itu.

Saat bertemu Ho-jung, Kyo-in berusaha tegar dan mengatakan supaya gadis itu mencintai Gun-woo dengan sepenuh hati karena pria itu orang yang baik. Padahal yang dirasakan Ho-jung justru sebaliknya. Meski menderita karena perlakuan Kyo-in yang tidak seperti pria lain, justru kenyataan itu yang membuat Ho-jung sulit melupakannya.

Masalah juga sedang dialami Ho-jae, kekasihnya Soo-ji telah dilamar pria lain. Dengan penuh emosi ia merangsek masuk rumah gadis itu dan mengajak pria yang ternyata rekan kerja Soo-ji keluar. Namun saat berdebat, Ho-jae tidak bisa memungkiri fakta yang diungkap pria itu : bersamanya Soo-ji tidak bahagia.

Ketika keduanya bertemu lagi, Ho-jae mengatakan rela melepas Soo-ji supaya gadis itu bahagia, tanpa sadar kalau ucapan itu malah membuat sang pacar kecewa. Hal serupa juga dilakukan Kyo-in, yang saat mengobrol dengan Gun-woo kelepasan bicara bahwa Ho-jung telah siap menjalin hubungan dengan pria itu.

Hanya Cha-hee satu-satunya orang yang bisa diajak bertukar pikiran saat itu namun diluar dugaan, gadis itu malah memarahi Kyo-in dan mengatainya sebagai pria bodoh karena sampai saat itu tidak juga tahu betapa dalam cinta Ho-jung kepadanya. Saat berusaha mengkonfrontir kenyataan itu ke Ho-jung, pembicaraan keduanya terputus oleh telepon dari Gun-woo.

Sama-sama frustrasi karena cinta, Ho-jae dan Kyo-in minum bersama hingga mabuk. Dalam keadaan tidak sadar, keduanya menggunakan ponsel masing-masing untuk mengutarakan perasaan mereka kepada Soo-ji dan Ho-jung.

Bisa ditebak, keduanya langsung panik saat paginya tersadar dari tidur dan mulai mereka-reka omongan apa saja yang telah disampaikan. Malamnya saat bertemu, Ho-jung mengatakan bahwa ia akan terus menunggu Kyo-in sampai pria itu bisa mengungkapkan isi hatinya dalam keadaan sadar. Dan itu berarti, hubungan dengan Gun-woo harus diakhiri.

Ep.12
Rupanya, Soo-ji tidak bisa membohongi perasaannya yang masih mencintai Ho-jae, dan dengan nekat meninggalkan sang calon tunangan beserta para orang tua untuk kembali ke sisi Ho-jae. Sadar hubungan mereka tidak direstui, Ho-jae dan Soo-ji berencana lari dari rumah.

Kejadian tersebut membuat rumah pria itu disantroni kedua orang tua Soo-ji, tak pelak terjadi pertengkaran antara wanita itu dengan ibu Ho-jae yang saling tidak menyukai. Ketika menampakkan diri, Ho-jae berbohong dan berpura-pura tidak tahu dimana sang kekasih berada. Akal bulus keduanya berhasil mengelabuhi semua orang.

Dari Gun-woo, Kyo-in terkejut mendengar penuturan sang sahabat bahwa selama ini Ho-jung masih memendam cinta terhadap dirinya. Tanpa pikir panjang, ia langsung meninggalkan kantor, mendatangi Ho-jung, dan meminta kesempatan untuk bisa berkencan dengan gadis itu.

Kencan keduanya berlangsung indah, mulai dari piknik makan siang bersama, saling bergenggaman tangan, sampai melakukan hal yang tidak pernah diduga sebelumnya : foto bersama. Padahal Ho-jung tahu, Kyo-in paling tidak suka difoto.

Setelah selesai dan puas melihat hasilnya, keduanya berencana untuk saling menempelkan foto di ponsel masing-masing, mendadak Kyo-in meminta Ho-jung mengurungkan niatnya. Gadis itu langsung merasa tidak enak, dan menganggap semua itu ada hubungannya dengan ponsel miliknya yang merupakan pemberian orang lain.

Saat nyaris berciuman ditangga, keduanya kepergok nenek Ho-jung, Kyo-in yang malu langsung pamit. Dikamar, sang nenek menasehati cucunya untuk memilih salah satu dari Gun-woo dan Kyo-in, dan bisa dibayangkan betapa lega dirinya saat mendengar Ho-jung telah menentukan pilihannya. Namun, justru pilihan itu ditentang sang ibu yang ingin anaknya menikah dengan orang berada.

Setelah sempat bertengkar dengan anaknya, ibu Ho-jung tidak menyerah dan mendatangi Kyo-in. Akibatnya, terjadi pertengkaran sengit antara ibu Ho-jung dengan kakak Kyo-in yang otomatis membela sang adik. Ditempat lain, Soo-ji telah menyiapkan rencana pelariannya dengan mentraktir kedua orang tuanya makan di restoran mewah untuk terakhir kalinya.

Dasar apes, rencana tersebut buyar karena ibu Ho-jae mendadak sakit akibat ulah sang anak. Kejadian ini membuat hubungan asmara putra-putrinya terpengaruh, Ho-jae sadar bahwa dirinya tidak bisa membahagiakan Soo-ji. Repotnya, gadis itu menolak kembali ke rumah dan bertahan di tempat tinggal barunya.

Ep.13
Pengorbanan gadis itu membuat Ho-jae sadar akan kebesaran cinta Soo-ji, ia berjanji tidak akan menyia-nyiakan sang kekasih dan bakal menjaga kesucian hubungan mereka sampai mendapat restu untuk menikah.

Hubungan Kyo-in dan Ho-jung semakin mesra, pria itu tidak segan-segan memeluk sang pacar dihadapan orang banyak sehingga Gun-woo yang melihatnya panas. Di lantai paling atas kantor, keduanya terlibat baku-hantam sehingga wajah masing-masing babak-belur.

Cha-hee kaget melihat penampilan kedua rekan bisnisnya, ia menasehati Gun-woo untuk melupakan Ho-jung karena cinta gadis itu yang sedemikian dalam kepada Kyo-in. Namun dasar keras kepala, pria itu malah bertekad untuk menggunakan segala cara demi memenangkan persaingan. karena itu, ia menolak surat pengunduran diri Kyo-in dan berniat bersaing secara terbuka.

Saat tahu Soo-ji telah tinggal bersama putranya, ibu Ho-jae menggunakan kesempatan itu untuk memanas-manasi keluarga 'besan'nya. Mudah ditebak, orang tua Soo-ji marah besar saat mendengar anaknya telah tidur berdua dengan sang pacar (mereka salah tangkap dan mengira keduanya telah berhubungan suami-istri), dan menyatakan tidak akan merestui hubungan itu sampai kapanpun.

Ho-jae yang tidak tahu mengira kedua orang tua Soo-ji telah memberi lampu hijau asalkan ia bekerja keras, dan mulai mencari kerja disana-sini. Saking kepepetnya, Ho-jae meminta pekerjaan kepada Gun-woo, yang otomatis membuat Ho-jung semakin terjepit posisinya karena memiliki hutang budi. Niatnya menyudahi hubungan buyar, ditambah Kyo-in yang marah-marah akibat cemburu.

Berbohong pada Soo-ji, Ho-jae kembali berusaha mencari nafkah dengan tampil sebagai model. Dasar apes, di pementasan perdananya ia ketahuan. Saat pulang dalam keadaan setengah mabuk, pria malang itu membeberkan semua usahanya yang menemui kegagalan, sehingga Soo-ji yang semula marah ikut sedih.

Karena merasa berhutang budi, Ho-jung tidak bisa mengelak undangan menonton pertunjukan musik dan makan malam. Saat berdua, Gun-woo meminta satu kesempatan dan waktu untuk menunjukkan cintanya pada gadis itu. Mendadak, telepon genggam Ho-jung berbunyi dan suara diujung sana memintanya pulang karena keadaan mendesak.

Ep.14
Rupanya, ayah Ho-jung ditipu orang sehingga uangnya habis dan rumahnya sebentar lagi harus disita. Yang paling terpukul adalah sang istri, yang sempat memaki sang suami dan mengusirnya kalau saja Ho-jung tidak berusaha mendamaikan keduanya.

Prihatin dengan keadaan itu, masing-masing berusaha mencari jalan keluar. Soo-ji berusaha membujuk orang tuanya untuk membantu keluarga Ho-jung, sang ibu menyanggupi dengan syarat gadis itu harus berpisah dengan Ho-jae. Kyo-in mencoba meminjam uang sang kakak, namun dimarahi. Sementara Gun-woo memberi sejumlah uang kepada Ho-jung, namun gadis itu menolaknya.

Tidak kehabisan akal, Gun-woo meminta Kyo-in untuk memberikan uang langsung kepada keluarga Ho-jung. Dasar polos, ia mengaku dengan jujur kalau uang tersebut berasal dari Gun-woo. Akibatnya, ibu Ho-jung malah menganggap pria itu sebagai pesuruh belaka dan semakin bersimpati pada Gun-woo yang selain kaya juga baik hati.

Ayah Soo-ji berusaha membujuk putrinya untuk kembali, namun ucapan Soo-ji tentang Ho-jae meluluhkan hati pria itu. Ia mencoba membujuk sang istri untuk merestui hubungan putri mereka, namun malah diancam akan dicerai.

Merasa berhutang budi, Ho-jung tidak berdaya menolak ajakan Gun-woo menghadiri sebuah acara, yang ternyata adalah acara keluarga pria itu. Disana ia bertemu dengan Kyo-in, yang semakin merasa dirinya tidak pantas untuk gadis itu. Persoalan semakin pelik ketika usai diundang makan bersama keluarga besar, ibu Ho-jung menyombongkan cincin pemberian Gun-woo didepan Kyo-in.

Bersama sang kakak, pemuda itu akhirnya memutuskan untuk pindah rumah. Ketika rencana itu disampaikan kepada Ho-jung, gadis itu kaget namun tidak berdaya. Di hari kepergian Kyo-in, Ho-jung baru merasa ada sesuatu dalam dirinya yang seolah hilang, ia menangis sesunggukan.

Ep.15
Kesuksesan Ho-jae membuat Soo-ji bangga campur cemburu, pasalnya kini banyak wanita yang berusaha memburu pria itu. Dirumah, ia menanyakan kedalaman cinta sang kekasih, yang dijawab oleh Ho-jae bahwa tujuannya dalam hidup adalah untuk bekerja dan membahagiakan Soo-ji.

Sayang, kesuksesan membuat Ho-jae mulai sombong. Dengan mobil baru, ia bersama Soo-ji mendatangi orang tua calon istrinya dan memamerkan keberhasilannya. Bukannya bangga, Soo-ji malah kecewa sehingga keduanya sempat bertengkar. Kekesalan wanita itu semakin menjadi saat melihat Ho-jae menjadi peragawan di sebuah pameran pakaian pengantin.

Saat berkumpul, Cha-hee memberikan sejumlah nasehat jitu pada Soo-ji dan Ho-jung. Dengan tekad bulat, Ho-jung menemui Gun-woo dan mengatakan tidak bisa menerima cinta pria itu karena tidak bisa melupakan Kyo-in. Pria yang kecewa tersebut justru malah menyampaikan kebalikannya sehingga Kyo-in salah tanggap.

Akibatnya, pria itu mendatangi Ho-jung dan tekad bulat meminta supaya gadis itu melupakannya. Keruan saja Ho-jung menangis sambil menatap kepergian Kyo-in. Ia tidak tahu bahwa saat sendirian, Kyo-in yang tidak bisa menahan kesedihan juga menangis.

Karena kasihan, Soo-ji dan Cha-hee bersiasat untuk mengetahui isi hati Kyo-in. Meski sempat marah, Ho-jung akhirnya menuruti saran kedua sahabatnya. Kyo-in yang kaget menerima undangan pernikahan Ho-jung dan Gun-woo justru malah memberi reaksi sebaliknya, sehingga Ho-jung berpikir bahwa pemuda itu telah melupakannya.

Hal serupa juga terjadi pada Soo-ji. Menjelang hari pernikahan, mendadak Ho-jae minta diundur karena ia mendapat tawaran kerja di luar negeri yang sulit ditolak. Soo-ji yang kecewa menemui Ho-jung, keduanya bertangisan karena sama-sama dikecewakan.

Ep.16 (tamat)
Kejadian tersebut membuat Kyo-in mengira semua sudah terlambat, ia pulang kerumah dalam keadaan mabuk dan disambut dengan perasaan trenyuh sang kakak. Di tempat lain, Ho-jung juga mabuk-mabukan bersama Soo-ji, yang patah hati setelah Ho-jae membatalkan pernikahan mereka.

Ketika pulang dari luar negeri, Ho-jae kaget ketika Soo-ji mengusirnya keluar dari rumah. Ia berupaya dengan segala cara untuk memenangkan hati gadis itu kembali, termasuk membujuk sang ibu mertua yang semula membencinya. Semua usaha itu tidak percuma, Soo-ji akhirnya luluh dan pernikahan yang tertunda akhirnya bisa dilangsungkan.

Dari Cha-hee, Kyo-in baru tahu bahwa pernikahan Ho-jung dengan Gun-woo ternyata hanya akal-akalan. Ia berusaha menemui Ho-jung namun terlambat, gadis itu sudah patah hati. Saat bersama sang ibu, yang terus berusaha menjodohkannya dengan Gun-woo, Ho-jung mencurahkan semua isi hatinya sehingga wanita setengah baya tersebut menghentikan aksinya.

Di pesta pernikahan sang adik dengan Soo-ji, Ho-jung kembali bertemu Kyo-in dalam suasana canggung. Sama-sama bertekad melanjutkan hidup, Ho-jung menghabiskan waktunya dengan bekerja keras dan sukses sebagai fotografer. Namun, ia menutup hatinya dari semua pria.

Saat mengantar kakaknya ke stasiun, Kyo-in teringat akan pertemuan pertamanya dengan Ho-jung di tempat yang sama. Sepanjang perjalanan ke stasiun kereta bawah tanah, kenangan demi kenangan terus menghampiri, tanpa sadar Ho-jung berada tak jauh darinya. Sosok gadis itu, yang turun di perhentian berikutnya, baru terlihat setelah kereta mulai berjalan.

Namun, nasib kembali mempertemukan mereka di tangga menuju rumah orang tua Ho-jung. Gadis itu sempat kaget melihat Kyo-in memakai cincin, namun belakangan sadar kalau cincin itu rencananya hendak diberikan kepadanya beberapa tahun silam. Setelah sekian tahun putus-sambung, Kyo-in dan Ho-jung siap meniti masa depan sebagai pasangan, kali ini untuk selamanya.
TAMAT


Sumber :
http://www.indosiar.com

Sunshine Of Love (Series 2004)


Details
Title: 햇빛 쏟아지다 / Haetbit Ssodajida
Also Known As: Sunshine of Love / Sunlight Pours Down / Rays of Sunshine
Episodes: 16
Broadcast network: SBS
Broadcast period: 2004-Feb-11 to 2004-Apr-01
Air time: Wednesday & Thursday 21:55
Viewership Ratings: peak=14.4% average=11.9%

Synopsis
Yeon Woo (Song Hye Kyo) grew up happy in a loving family. One day, her father had died mysteriously, and her mother remarried a man who was 10 years younger than her. Misfortunes never come singly. Her mother died of Wilson's disease and her step-father ran away with money. Min Ho (Ryu Seung Bum), an old friend of hers, is always there to comfort her. Min Ho decided to be a policeman to catch a murderer who killed Yeon Woo’s father. Eun Sup (Jo Hyun Jae) came back to Korea with the sole purpose of stopping his lover Soo Ah (Choi Yoo Jung) from getting married, but Soo Ah gave him an outright denial. To make matter worse, his father sent people over to his hotel to catch him. He ran away from the hotel and he accidentally fell into the subway track and became unconscious. Yeon Woo saw the whole scene in the platform and saved his life. Eun Sup asked her if he could stay in her place temporarily since he had no place to go. So Yeon Woo, Min Ho and Eun Sup all started living in a same house...

Cast
Song Hye Kyo as Ji Yeon Woo
Ryu Seung Bum as Kim Min Ho
Jo Hyun Jae as Jung Eun Sup
Choi Yoo Jung as Lee Soo Ah

Extended Cast
Oh Dae Gyu as Oh Dal Jae (Yeon Woo's stepfather)
Song Jae Ho as Jung Seung Bum (Eun Sup's father)
Kim Mi Kyung as Han Jung Do (Min Ho's mother)
Kang Shin Il as Min Ho's supervisor
Kim So Yun
Yeo Ho Min
Dok Go Jun
Choi Duk Moon
Park Hyo Joo
Lee Young Yoo
Kim Il Woo
Kim Byung Choon

Production Credits
Screenwriter: Jo Jung Hwa
Producer: Goo Bon Geun
Director: Kim Jong Hyuk
Assistant Director: Joo Dong Min and Kwon Hyuk Chan

Sunshine Of Love
Episode 1
Ji Yeon-woo adalah seorang gadis yatim-piatu yang tinggal bersama adik tirinya Oh Ye-kang setelah ayah tirinya yang bernama Oh Dal-jae 'menghilang' akibat berhutang banyak pada rentenir. Sehari-harinya, gadis itu bekerja sebagai penjual baterei di gerbong stasiun bawah tanah.

Karakternya yang tenang namun percaya diri saat berjualan membuat seorang pria bernama Jung Eun-sup kagum saat keduanya berpapasan di dalam gerbong. Eun-sup sendiri adalah anak konglomerat yang tinggal dengan sang ibu di Perancis setelah kedua orang tuanya berpisah, namun kembali ke Korea untuk mencegah pernikahan gadis yang dicintainya.

Siapa sangka, gadis yang berusia lebih tua itu menolak saat diajak kembali ke Paris dan bertahan ingin tinggal di Seoul dengan suami yang baru dinikahinya. Kejadian ini membuat Eun-sup, yang telah kehilangan kasih sayang orang tuanya sejak kecil, semakin tidak percaya akan cinta.

Saat menjajakan barang dagangannya, Yeon-woo dicegat oleh sahabat masa kecilnya Kim Min-ho yang berprofesi sebagai polisi. Min-ho sendiri semula ditugaskan di kota lain, namun karena satu dan lain hal dipindahkan menjadi polisi lalu-lintas. Hal ini membuat ibu pria itu kecewa, yang mengancam tidak akan menerima putranya kembali kerumah.

Saat pulang menjemput Ye-kang, Yeon-woo kaget melihat dua orang preman mengobrak-abrik rumahnya. Rupanya, mereka berusaha menekan gadis itu supaya membayar hutang-hutang sang ayah yang bertumpuk, namun dengan tenang gadis itu malah menantang supaya nyawanya dihabisi. Saat memandikan sang adik, mendadak Dal-jae ayah tirinya muncul.

Setelah menyiram pria tidak bertanggung jawab itu, keduanya sempat adu mulut namun terhenti oleh tangis Ye-kang. Rupanya selain mendoakan arwah ibu Yeon-woo yang telah empat tahun meninggal, pria itu datang untuk meminjam uang. Yeon-woo yang gusar langsung pergi meninggalkan ayah tirinya, namun Min-ho yang kebetulan ada disana mampu menghiburnya.

Meski diam-diam menyukai gadis itu, namun Min-ho tidak berani mengutarakan isi hatinya karena tahu Yeon-woo lebih membutuhkannya sebagai teman. Dengan senang hati, ia mengantar Yeon-woo ke tempat kerjanya. Saat keduanya pergi, Dal-jae kembali pergi meninggalkan keluarganya sambil membawa tabungan Yeon-woo.

Sementara itu, kehadiran Eun-sup di Korea telah diketahui sang ayah, yang langsung mengirim anak buahnya untuk membawa pria itu kembali. Sempat terjadi kejar-kejaran seru, Eun-sup pingsan karena kepalanya membentur rel. Yeon-woo dan Min-ho yang kebetulan ada disana berusaha menolong, namun dari arah berlawanan mendadak terdengar bunyi kereta yang melaju kencang.


Episode 2
Karena tidak mempunyai uang, Eun-sup nekat mendatangi hotel tempatnya menginap namun ketahuan oleh anak buah suruhan kakaknya Sang-kuk. Terjadi kejar-kejaran seru, yang berakhir di stasiun kereta api bawah tanah dimana pria itu pingsan akibat terjatuh dan kepalanya membentur rel.

Melihat kejadian itu, Yeon-woo yang siap berjualan sempat ragu-ragu menolong namun ia teringat dengan cerita yang pernah dibacakan Ye-kang. Bersama Min-ho, gadis itu berhasil menolong Eun-sup meski hasilnya ia harus kehilangan barang dagangan. Dasar apes, di kantor polisi pria yang ditolongnya malah mengalami amnesia.

Rupanya hal itu hanya siasat Eun-sup, ia menawarkan uang 50 juta asalkan Yeon-woo mau menampungnya selama lima hari. Sempat marah karena merasa ditipu, Yeon-woo akhirnya setuju dengan rencana tersebut karena ia sangat membutuhkan uang pemberian Eun-sup tersebut.

Tidak ada yang tahu, bahwa sebenarnya Sang-kuk berencana untuk memisahkan Eun-sup supaya tidak bertemu dengan sang ayah karena kuatir dengan masalah warisan. Untuk itu, pria berkacamata itu menempatkan anak buahnya untuk memata-matai setiap gerak-gerik sang adik dan melaporkan pada sang ayah bahwa Eun-sup telah kembali ke Perancis.

Tinggal dirumah Yeon-woo bersama Ye-kang ternyata tidak semudah yang dikira, pasalnya Eun-sup terbiasa dengan gaya hidup mewah. Meski begitu, ia tidak menolak ketika disodorkan semangkuk mie buatan tuan rumah.

Sempat tidak diperbolehkan meminjam kartu telepon, Eun-sup 'ditolong' oleh Ye-kang namun ia gagal menghubungi orang yang dicari. Saat kembali, ia terkejut melihat kemunculan dua orang rentenir yang telah mengobrak-abrik rumah Yeon-woo. Meski menyelamatkan gadis itu dengan jaminan cincin keluarga, namun reaksi orang yang ditolong tetap dingin sehingga Eun-sup sempat jengkel.

Kejadian dirumah Yeon-woo tersebut terus diamati oleh anak buah Sang-kuk, yang kemudian menghajar dua preman tersebut hingga babak-belur dan merebut cincin sang adik. Sementara itu, Min-ho yang 'kabur' dari pekerjaannya untuk mencari Dal-jae ayah tiri Yeon-woo mulai mendapat titik terang.


Episode 3
Saat dirumah berdua dengan Ye-kang, Eun-sup yang juga dikenal dengan nama Philip terkesan melihat gadis cilik itu mengerti banyak hal. Dari Ye-kang, pria itu tahu tentang penyakit kanker yang diderita dan cerita tas Yeon-woo yang hilang karena menyelamatkannya.

Mendengar Ye-kang kelaparan, Eun-sup unjuk gigi dan mulai memasak makanan. Rupanya, pria ini memiliki kemampuan masak yang hebat. Di tempat lain, Yeon-woo yang berniat melamar pekerjaan di sebuah bar mengurungkan niatnya.

Obrolan dengan Min-ho yang kebetulan lewat semakin menambah semangat hidupnya. Melihat gadis itu tersenyum diiringi turunnya salju, Min-ho membatin bahagia dan sadar kalau cintanya terhadap sahabat sejak kecilnya tersebut bakal abadi. Namun sampai dirumah, ia malah ditegur keras sang ibu karena tidak bisa berhenti bernyanyi sejak berpisah dengan Yeon-woo.

Usai menghidangkan masakannya, Eun-sup sempat kaget mendengar Yeon-woo tidak suka roti (padahal dirumah tersebut terdapat panggangan besar). Ye-kang menjelaskan semuanya, mulai dari kesukaan ibunya terhadap roti hingga kenapa Yeon-woo justru membenci makanan favorit sang ibu. Obrolan keduanya terputus oleh kemunculan Min-ho secara mendadak.

Melihat kehadiran pria asing dirumah Yeon-woo, Min-ho nyaris saja bertengkar dengan Eun-sup. Diluar, Yeon-woo ditarik seseorang tidak dikenal kedalam sebuah mobil, dan menarik perhatian dua pria dirumahnya tersebut yang langsung mengejar. Namun karena tidak yakin, mereka mengurungkan pengejaran dan memutuskan menunggu Yeon-woo pulang.

Tak lama kemudian gadis itu muncul dan meminta Min-ho membawa Ye-kang keatas. Saat tinggal berdua, Yeon-woo memecahkan piring-piring berisi makanan yang telah disiapkan Eun-sup dan mengusir pria itu keluar. Heran dengan sikap tersebut, tentu saja Eun-sup tidak terima. Min-ho yang mendengar keributan maju membantu namun dicegah Yeon-woo.

Rupanya, didalam mobil gadis itu menerima sejumlah uang dari Sang-kuk kakak Eun-sup dengan syarat sang adik diusir keluar dari rumah. Tidak kehilangan akal, Eun-sup mengajukan syarat pengembalian cincin yang membuat Yeon-woo mati kutu.

Min-ho yang tidak ingin Yeon-woo ditinggal berdua dengan Eun-sup tidak mau kalah, ia meminta gadis itu untuk menyewakan kamar bagi dirinya. Secara kebetulan, pria polos itu tidak punya tempat tinggal setelah kamarnya disewakan kepada seorang mahasiswa. Karena tidak ada ruang kosong, terpaksa Min-ho tidur sekamar dengan Eun-sup.

Paginya sepulang dari dokter, Ye-kang berusaha membangunkan Eun-sup yang masih tidur untuk diajak bermain namun tidak ada reaksi. Setelah diperiksa, ternyata pria itu sakit panas. Mau tidak mau, Yeon-woo harus merawat sang tamu.


Episode 4
Dituduh mendapat dana dengan cara tidak benar, Yeon-woo langsung berujar bahwa jiwanya sekalipun siap digadaikan demi uang. Ucapan itu sebenarnya berdasar emosi belaka, gadis itu berusaha meminta pendapat Min-ho saat berpapasan namun kemudian mengurungkan niatnya.

Saat masuk kedalam, Min-ho kembali tarik urat dengan Eun-sup yang hendak keluar. Ucapan Ye-kang yang nampaknya senang akan kehadiran sang rival membuatnya semakin tidak enak, saat sendirian ia masuk kekamar Yeon-woo dan menciumi barang-barang gadis itu. Mendadak, ia menemukan kartu nama. Takut terjadi sesuatu yang tidak baik, Min-ho menyusul Yeon-woo ke bar.

Saat hendak masuk, ia kembali dicegat oleh polisi yang pernah berseteru dengannya. Terpaksa, pria itu menurut saat diminta menyamar sebagai seorang wanita. Penyelidikan terhadap seorang tersangka kasus pembunuhan nyaris saja berantakan saat Min-ho tidak mengacuhkan perintah, namun dengan perkasa ia berhasil menundukkan penjahat yang dicari.

Setelah mencari kesana kemari, Min-ho menemukan Yeon-woo di sebuah rumah makan. Sambil makan dengan wajah babak-belur, ia memberi sebuah nasehat berharga : pekerjaan apapun halal untuk mencari uang selama tidak membuat seseorang merasa bersalah. Saat pulang, gadis itu disambut oleh permintaan maaf Eun-sup, yang memberikan cincin kesayangannya pada Yeon-woo.

Namun, Yeon-woo menolak pemberian itu sambil berkata bahwa cincin itu tidak berguna baginya. Setelah itu, Eun-sup pergi mencari gadis yang dicintainya namun yang dicari malah bersembunyi sehingga aksi pria itu sempat menimbulkan keributan. Ditarik oleh beberapa orang polisi yang salah satunya adalah Min-ho, terpaksa Eun-sup berurusan dengan pihak berwajib.

Dalam keadaan mabuk, Eun-sup dibawa pulang oleh Min-ho, yang menitipkan pria itu pada Yeon-woo. Terkejut melihat air mata turun dari pipi pria itu dan berusaha menghapusnya, gadis itu kaget saat tangan Eun-sup tiba-tiba menggenggam tangannya erat sekali. Buru-buru keluar, perasaan keduanya mulai berubah sejak saat itu.

Min-ho yang tidak tahu akan kejadian tersebut dengan polosnya malah menawarkan Eun-sup sebagai bagian baru keluarga Yeon-woo, yang disambut oleh sikap canggung gadis itu. Mengingat nasehat Min-ho, Yeon-woo mendatangi Sang-kuk, mengembalikan uang pria itu, dan mengatakan tidak sanggup mengusir Eun-sup dari rumahnya. Sebelum pulang, gadis itu kaget melihat cincin yang melingkar di jari Sang-kuk sama persis dengan milik Eun-sup.

Memulai hari baru, Yeon-woo bersama Ye-kang membereskan rumah dan mempersiapkan dua kasur tambahan bagi penghuni rumah baru : Min-ho dan Eun-sup. Mendadak, muncul wanita yang dicintai Eun-sup yang sempat mengeluarkan pernyataan menyakitkan. Tak lama kemudian, Eun-sup pulang dan terkejut melihat kehadiran sosok yang tidak disangkanya.


Episode 5
Saat tinggal berdua, Yeon-woo secara tersirat mengakui bahwa pernikahannya tidak didasari cinta sehingga hal itu semakin membuat Eun-sup penasaran. Pria itu menolak saat diajak kerja sama, dengan tegas wanita itu menyatakan bahwa pertemuan mereka itu adalah yang terakhir.

Ketika makan malam bersama, Min-ho kaget mendengar gadis yang disebut Yeon-woo sebagai 'calon istri' Eun-sup muncul di rumah mereka. Saat mengobrol berdua, pria itu mendukung Eun-sup yang mengaku tidak bisa menytakan isi hatinya. Namun ia mengingatkan bahwa bila saat itu tiba, Eun-sup harus menyatakan betapa berartinya wanita itu bagi dirinya.

Jung Seung-bum ayah Eun-sup menyatakan diri segera mengundurkan diri dari dunia bisnis, namun ia tergagap saat ditanya siapa penggantinya. Dari kejauhan, Sang-kuk memperhatikan dengan wajah masam. Hati pria itu sempat gembira mendengar adiknya berencana pulang ke Perancis, namun diluar mereka dicegat oleh polisi yang terus menyelidiki misteri kematian rekan bisnis Seung-beum.

Persahabatan Min-ho dan Eun-sup semakin erat. Saat Yeon-woo bekerja keras membanting tulang untuk menghidupi dirinya dan Ye-kang, keduanya menyambut kehadiran gadis itu dari luar rumah. Namun sesampai dirumah, Yeon-woo terkejut saat mendapati uangnya lenyap tak berbekas.

Waktu tahu itu ulah Ye-kang, yang kesal karena sang kakak lebih memperhatikan uang daripada dirinya, bagian belakang gadis kecil itu habis dipukuli. Beruntung ada Eun-sup, yang langsung melerai keduanya dan memeluk Ye-kang yang menangis tersedu-sedu.

Rencana Eun-sup kembali ke Perancis buyar ketika di hari keberangkatan ia mendapati ye-kang dalam kondisi mengenaskan. Analisa dokter yang mengharuskan gadis kecil itu dioperasi membuat pertahanan Yeon-woo runtuh, gadis itu menangis tersedu-sedu karena tidak tahu bagaimana membayar biaya operasi yang tidak murah.

Min-ho berusaha keras mencari uang untuk biaya operasi dengan meminjam dari ibunya, namun sikapnya yang kasar malah membuat pria itu ditampar. Saat pulang kerumah, Eun-sup nyaris saja menghajar Dal-jae yang mendadak muncul. Saat tahu pria itu adalah ayah Ye-kang, Dal-jae langsung dibawa kerumah sakit.


Episode 6
Meski diancam hukuman penjara, Min-ho nekat menjual ginjalnya pada makelar di pasaran gelap. Operasi gagal karena polisi datang menggerebek lokasi, beruntung Min-ho bisa lolos meski untuk itu ia harus berhadapan dengan polisi bagian kriminal yang menjadi musuhnya.

Dirumah, biaya operasi Ye-kang bisa ditutup karena Eun-sup telah menerima gaji selama setahun dari Soo-ah. Namun salah satu pasal perjanjian menyebutkan Yeon-woo harus ikut bekerja, yang membuat gadis itu tidak punya pilihan lain. Mendengar kabar itu, Min-ho bernapas lega dan bersyukur karena niat nekatnya tidak ketahuan.

Dasar apes, makelar penjual ginjal malah menghubungi ponsel Min-ho, yang kemudian diangkat Eun-sup. Dari situ Yeon-woo tahu akan niat sahabatnya tersebut. Saat sampai dirumah, gadis itu melampiaskan kemarahannya sambil menangis, Min-ho yang merasa bersalah langsung memeluknya dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan senekat itu lagi.

Melihat yang muncul adalah dua orang yang masih berusia muda, manajer toko roti milik Soo-ah sempat meremehkan keduanya, namun bungkam saat mendengar pemuda itu lulusan akademi koki terkenal di Perancis.

Soo-ah meminta waktu bicara berdua dengan Eun-sup didalam ruangan. Wanita itu membeberkan rencana besarnya yaitu mendirikan akademi pembuat kue paling terkenal didunia. Langkah awal telah dicapai yaitu dengan menggandeng investor, berikutnya adalah membuat kue lezat dengan harga murah dan hanya bisa dibuat oleh satu orang.

Mereka tidak tahu bahwa perusahaan itu ternyata adalah milik ayah Eun-sup yang dikelola oleh Sang-kuk. Malamnya saat merayakan pesta penyambutan, Yeon-woo dimarahi sang manajer saat berusaha menyelinap keluar. Meski akhirnya berhasil, gadis itu terkesiap melihat Eun-sup berdansa mesra dengan Soo-ah.


Ep.7
Ketika mencoba kue yang tak lain adalah buatan Eun-sup, direktur Jung Seung-beum ternyata suka dan mengutus putranya Sang-kuk untuk meneruskan kerja sama dengan toko kue milik Soo-ah. Kabar gembira itu membuat Soo-ah sadar kalau impiannya bakal terwujud.

Sempat gugup saat bertemu muka dengan suami wanita itu, Eun-sup mulai memikirkan kue seperti apa yang bakal dibuatnya. Masukan dari Yeon-woo mengenai kue yang pernah dibuat ayahnya beberapa tahun silam membuka mata pria itu. Saat melihat Eun-sup membuat kue, Yeon-woo tertegun karena seolah melihat ayahnya yang telah meninggal yang beraksi.

Melihat Yeon-woo mengantuk, Eun-sup meminta gadis itu beristirahat. Saat bangun, pria itu menyodorkan kue buatannya dan memberi kado jepitan rambut berwarna ungu pada Yeon-woo. Baru saja mengobrol akrab, Min-ho mendadak muncul dan dengan perasaan tidak berdosa mencicipi kue yang didesain oleh Eun-sup.

Meski berniat baik membelikan makanan untuk kedua sahabatnya yang bekerja keras, Min-ho naik darah karena merasa dirinya diacuhkan. Ia mulai curiga ada sesuatu diantara Eun-sup dan Yeon-woo. Paginya saat melihat gadis itu mengenakan lipstik, Min-ho malah menertawakan Eun-sup dan berniat membelikan lipstik yang lebih bagus.

Saat hendak mengambil kue, Sang-kuk terkejut saat diperkenalkan dengan sang koki yang tak lain adalah Eun-sup sang adik (yang tidak mengenalinya). Saat sampai dikantor, ia langsung membanting bungkusan kue itu dengan kesal.

Mendengar Eun-sup berniat lembur dan menyuruhnya pulang, Yeon-woo yang masih terbayang ucapan Soo-ah soal jepit rambut bergegas pulang. Kekesalan itu membuatnya jadi sangat sensitif, di rumah sakit ia memarahi Dal-jae yang kembali bertingkah. Sementara itu, Sang-kuk menemui Soo-ah dan setengah memaksa wanita itu memecat Eun-sup dengan alasan kue buatan pria itu tidak enak.


Ep.8
Ketika berbicara empat mata dengan Soo-ah, Sang-kuk memutarbalikkan fakta dan mengatakan kue buatan toko wanita itu tidak enak dimata sang ayah. Sempat berdebat, pria itu dengan setengah memaksa meminta koki pembuat kue itu yang tak lain adalah Eun-sup diberhentikan.

Eun-sup memenuhi janjinya untuk membuat kue paling enak yang pernah dibuatnya untuk dihadiahkan kepada Ye-kang. Tertegun melihat kue yang sama persis dengan buatan ayahnya belasan tahun silam, malamnya Yeon-woo mencobai kue tersebut sambil menangis.

Tak heran paginya Ye-kang menangis karena menduga Dal-jae yang memakannya. Sempat terjadi tarik urat, Yeon-woo muncul dan membeberkan semuanya. Setelah itu, ia pergi bersama Eun-sup untuk berbelanja sambil bergandengan mesra.

Bertepatan dengan itu, ayah Eun-sup datang ke toko untuk membeli kue namun gagal bertemu dengan koki yang tidak lain adalah anaknya. Di kantor, Sang-kuk yang baru saja mengetahui rahasia dibalik kembalinya Eun-sup berusaha menekan Soo-ah yang sedang mengendarai mobil.

Akibatnya sesampai di toko, Soo-ah melampiaskan kemarahannya pada Eun-sup. Yeon-woo berusaha membela rekannya dengan membeberkan sejumlah bukti kelezatan kue buatan Eun-sup, namun Soo-ah menepis semua dan mengingatkan akan status gadis itu yang hanyalah bawahan. Melihat itu, Eun-sup berusaha menengahi dengan mengatakan bakal berusaha lebih baik lagi.

Rupanya sikap tenang itu hanya sementara. Begitu Soo-ah keluar, ia membanting barang-barang. Melihat itu, Yeon-woo membuang kue yang baru dibuat dan mengejek Eun-sup sebagai pria lemah. Pria itu langsung membalas tidak keberatan diperalat karena ia masih mencintai Soo-ah.

Namun Soo-ah bukan orang bodoh, ia mulai memikirkan sikap aneh Sang-kuk dan langsung teringat bahwa cincin yang dipakai pria itu sama persis seperti milik Eun-sup. Sementara itu, Min-ho yang berhasil mengajak Yeon-woo menonton bioskop nekat berusaha merangkul gadis itu, namun ditepis.

Sikap tersebut membuat Yeon-woo bergegas keluar, Min-ho mengejar sambil minta maaf meski ia tahu bahwa selama menonton, pikiran sahabatnya itu melayang entah kemana. Penasaran dengan sikap aneh itu, Min-ho menanyakan bagaimana perasaan gadis itu sesungguhnya kepada Eun-sup. Jawaban yang diberikan membuat dunianya serasa berputar.


Ep.9
Sepanjang perjalanan pulang bersama Eun-sup, Yeon-woo hanya bisa diam dan langsung masuk kamar setiba di rumah. Dari luar, pria itu mengajaknya bicara dengan meminta maaf dan mengaku tidak tahu persis apa itu cinta. Ditempat lain, Min-ho yang uring-uringan kembali ke tempat sang ibu.

Paginya, Soo-ah berusaha mengorek keterangan seputar cincin Eun-sup. Dari penuturan pria itu diketahui bahwa ia adalah putra tunggal, yang berarti Sang-kuk bukanlah putra kandung direktur. Saat berpapasan dengan Yeon-woo, gadis itu berusaha menghindar dan menolak saat ditawari kue.

Sementara itu, kue buatan Eun-sup telah memikat direktur Seung-beum sehingga pria setengah baya itu meminta Sang-kuk untuk mengatur waktu bertemu dengan pemilik toko kue dan kokinya. Pusing mendapat perintah yang tidak bisa ditolak, pria berkacamata itu makin terpojok setelah Soo-ah membuka rahasianya saat mereka bertemu.

Tidak tahan dengan perasaannya sendiri, Yeon-woo mengajukan permintaan berhenti. Ketika tahu partnernya diganti dengan alasan pengunduran diri, Eun-sup berusaha mengejar namun gadis itu telah pergi dengan bis. Tinggallah pria itu sendiri menyesali keadaan yang terjadi.

Ketika turun, Yeon-woo terkejut mendapat sambutan dari Min-ho yang berpakaian necis. Saat mengobrol berdua, pria itu nyaris tidak percaya mendengar niat gadis itu untuk kembali seperti dulu dan melupakan cintanya, seolah ayah Yeon-woo mendengar doanya. Untuk merayakannya, keduanya makan malam bersama sambil menebar kegembiraan.

Di hari operasi Ye-kang, Eun-sup datang namun langsung dihadang oleh Min-ho yang mengatakan bahwa Yeon-woo tidak ingin bertemu pria itu lagi. Sementara itu, Yeon-woo yang duduk berdua dengan Dal-jae menanyakan seputar pesan sang ibu sebelum meninggal.

Ia terkejut campur terharu mendengar bunyi pesan itu : Dal-jae harus terus berada disisi Yeon-woo dan tidak boleh meninggalkan gadis itu sampai kapanpun. Perasaan Yeon-woo semakin campur-aduk saat mendengar ayah tirinya berkata tidak perduli kalau cintanya pada sang ibu hanya bertepuk sebelah tangan dan tidak menyesal pernah mencintai sang istri.


Ep.10
Eun-sup diajak makan malam di sebuah restoran mewah oleh Soo-ah, yang kemudian menyodorkan kunci apartemen dan meminta pria itu tinggal disana dengan status sebagai pria simpanan. Semakin lama mereka mengobrol, Eun-sup semakin sadar siapa orang yang telah membuatnya jatuh hati : Yeon-woo.

Pria itu langsung berlari meninggalkan restoran, mencari Yeon-woo yang berada dirumah sakit dan menarik gadis itu keluar. Eun-sup mengutarakan semua isi hatinya, kemudian memeluk Yeon-woo. Secara kebetulan, Min-ho muncul sambil membawa seikat bunga, yang jatuh karena kekagetan pria itu melihat adegan yang tidak disangka didepan mata.

Memisahkan pasangan itu dengan lemparan batu kemudian memukul Eun-sup, Min-ho kemudian beranjak pergi. Saat dirumah, Eun-sup minta maaf dan mengaku kalau dirinya sudah kadung jatuh cinta pada Yeon-woo. Meski kesal, namun Min-ho membela sahabatnya tersebut saat segerombolan orang masuk kedalam rumah dan berusaha melukai Eun-sup.

Orang-orang yang ternyata suruhan Sang-kuk tersebut semula berniat mematahkan jari Eun-sup, namun berkat cincin keluarga, tangan pria itu hanya mengalami luka luar. Sepulang dari rumah sakit, hati Min-ho kembali panas melihat Yeon-woo hanya memperhatikan Eun-sup, namun belakangan gadis itu sadar.

Saat bertemu direktur Seung-beom, Soo-ah sengaja menyinggung keadaan kokinya untuk menekan Sang-kuk. Kesal dan berusaha mengintimidasi wanita itu, Soo-ah balik mengancam hingga Sang-kuk tidak berkutik. Rupanya, ia punya rencana untuk memanfaatkan pria itu demi kepentingan bisnisnya.

Namun saat di toko ia kembali kecewa karena Eun-sup memilih Yeon-woo sebagai asisten, sehingga hubungan keduanya kian akrab. Min-ho yang pusing karena sang ibu berusaha menjodohkannya dengan gadis lain makin jengkel melihat keakraban keduanya, dengan sengaja ia menyetujui perjodohan tersebut didepan Yeon-woo dan Eun-sup.

Penasaran dengan koki toko milik Soo-ah, diam-diam Seung-beom mendatangi toko wanita itu. Dari kaca jendela, ia terkejut melihat orang yang meracik kue kesukaannya tak lain adalah anaknya sendiri, yang saat itu sedang dikerjai manajer toko.

Ep.11
Saat mengobrol berdua, Eun-sup dengan dingin menolak kenyataan pria yang didepannya adalah sang ayah, dan menyebut bahwa yang dimaksud telah meninggal 15 tahun sebelumnya. Rupanya, pemuda itu masih belum bisa melupakan aksi sang ayah saat membunuh seseorang.

Yeon-woo yang melihat dari belakang kaget melihat sikap tersebut, namun ia tidak berani menanyakan secara langsung. Dirumah saat tidur, Eun-sup nyaris saja dipukul oleh Min-ho, beruntung Yeon-woo muncul dan memisahkan keduanya.

Kuatir bertemu kembali dengan sang ayah, Eun-sup tidak bekerja keesokan harinya. Kesempatan itu digunakan Yeon-woo untuk mengajak pria itu ke makam sang ayah. Namun karena pulang terlalu malam, mereka terpaksa menginap di desa setempat. Saat gelap, keduanya berciuman dan berpelukan dengan mesra hingga terlelap.

Mengetahui kalau Sang-kuk pura-pura tidak tahu dimana Eun-sup berada, direktur Seung-beom marah dan memerintahkan sang anak angkat untuk mencari pemuda itu. Saat hendak pulang, Eun-sup yang bergandengan tangan dengan Yeon-woo maklum kalau sekumpulan pria yang mencegatnya adalah suruhan sang ayah, dan memutuskan untuk mengikuti mereka.

Seung-beom kembali berusaha membujuk Eun-sup namun gagal. Saat keluar, pemuda itu dicegat oleh Sang-kuk yang memohon-mohon sambil berlutut, sayang hasilnya sama saja. Rupanya itu adalah taktik pria berkacamata tersebut untuk merebut simpati sang ayah. Sesampai dirumah, Yeon-woo bertengkar dengan Min-ho yang menuduhnya macam-macam.

Ketika muncul di toko roti, Eun-sup mendapat sambutan dari rekan-rekannya terutama sang manajer yang baru tahu siapa pemuda itu sebenarnya. Semula berencana memberhentikan Yeon-woo, Soo-ah terpaksa kembali membiarkan gadis itu menjadi asisten Eun-sup.

Ep.12
Selama ketiganya makan, Soo-ah berusaha menunjukkan bahwa dirinya sangat mengenal Eun-sup hingga ke hal-hal kecil. Tidak mau kalah, Yeon-woo melakukan 'serangan balik' ketika dengan lugunya ia menanyakan seputar perkembangan harga beras. Kontan, Eun-sup tersenyum mendengarnya.

Ketika kembali ke rumah sakit, mereka disambut oleh Min-ho dengan muka masam. Meski sudah berusaha membujuk, Yeon-woo tidak mampu mencegah pria itu pergi. Ditengah hubungan yang makin mesra, mereka tidak sadar bahwa Eun-sup dibuntuti oleh Ban-jang rekan polisi Min-ho yang baru mengetahui bahwa pria itu ternyata adalah putra Seung-beom yang sedang diincarnya.

Saat hendak pulang, Eun-sup ditahan Soo-ah dengan alasan minta bantuan tentang sebuah proyek. Akibatnya Yeon-woo terpaksa pulang sendirian, namun gadis itu kembali karena sesuatu hal. betapa kagetnya dia mendengar pembicaraan Eun-sup dan Soo-ah tentang kedekatan mereka, Yeon-woo langsung pergi dengan perasaan hancur meski Eun-sup sudah berusaha menjelaskan bahwa itu masa lalu.

Namun pertengkaran mereka tidak berlangsung lama, belakangan Yeon-woo sadar bahwa asal kemarahannya adalah karena ia cemburu pada Soo-ah. Tidak hanya itu, Eun-sup juga berbaikan dengan Min-ho beberapa saat sebelumnya.

Kuatir dengan penyelidikan polisi yang semakin dekat, Sang-kuk memerintahkan anak buahnya untuk 'mengerjai' Ban-jang. Hasilnya, pria yang baru saja bercerai itu dipukuli hingga babak-belur. Meski begitu, tekadnya mengungkap kedok Seung-beom tetap kuat, ia menelepon Min-ho dan mengajak bertemu.

Min-ho sempat heran melihat obsesi Ban-jang terhadap Seung-beom, namun ia tetap menurut ketika pria itu mengajak untuk menguntit pria yang disebut anak direktur tersebut. Begitu melihat wajahnya, Min-ho kaget ketika tahu orang itu adalah Eun-sup. Ia langsung teringat dengan ucapan pria itu sebelumnya, terutama cerita Yeon-woo tentang prestasi Eun-sup saat di Perancis.

Ep.13
Melihat Min-ho termangu saat makan, Yeon-woo dan Eun-sup keheranan dan menegurnya. Di luar, Min-ho menarik sahabatnya tersebut dan memaksa untuk jujur mengenai latar belakangnya, namun Eun-sup menolak dan meminta supaya masa lalunya tidak diungkit lagi.

Min-ho jadi serba salah didepan Ban-jang dan terus berusaha menghindar saat pria itu mengajaknya menangkap basah putra Seung-beom. Didalam restoran, Eun-sup bertemu dengan Sang-kuk, yang dengan mulut manisnya mengatakan bahwa alasan sang ayah menanam investasi adalah karena dirinya.

Hal itu membuatnya marah, Eun-sup langsung melabrak Soo-ah dan memperingatkan wanita itu untuk tidak mengkhianatinya. Kepada Yeon-woo, pria itu mengaku tidak akan masuk kerja beberapa hari untuk menggertak. Saat sendirian, gadis itu kedatangan Seong-beom. Keakraban keduanya dilihat Min-ho, yang kemudian berusaha menasehati agar Yeon-woo menjaga jarak dari Eun-sup.

Paginya, Soo-ah menemui Eun-sup untuk meminta maaf, kemudian mengingatkan pria itu supaya tidak percaya begitu saja akan kepolosan Yeon-woo. Pria itu salah paham terutama setelah melihat mobil baru gadis itu. Yeon-woo yang marah disebut gadis materialistis melempar kunci mobil pemberian Seung-beom dan pergi.

Saat menguntit kediaman Seung-beom, Ban-jang dan Min-ho ketahuan oleh para pengawal pribadi pengusaha tersebut. Yang lebih parah lagi, keduanya bertemu Eun-sup yang datang untuk mengembalikan mobil. Ban-jang baru sadar kenapa Min-ho bersikap aneh setiap kali membicarakan Seung-beom dan keluarganya.

Dirumah Eun-sup meminta maaf kepada Yeon-woo atas kesalahpahaman yang terjadi, dan menceritakan alasan sebenarnya ia menolak memaafkan pada Seung-beom. Mendengar cerita pilu itu, Yeon-woo meneteskan air mata tanpa sadar bahwa pria yang dicekik Seung-beom adalah ayahnya sendiri.

Ep.14
Untuk memastikan kasus Seung-beom ditutup selamanya, Sang-kuk melenyapkan saksi kunci perkara pembunuhan yang telah menjadi misteri selama 15 tahun itu. Melihat kenekatan anak angkatnya tersebut, pria tua itu terkejut.

Saat berjalan dibawah hujan, Min-ho mendadak ditarik Ban-jang kesebuah tempat sepi. Rupanya, mantan polisi itu ngotot mengajak Min-ho untuk menyantroni Seung-beom dan menceritakan semuanya pada Yeon-woo. Dasar apes, gadis itu ternyata berada dibelakang mereka dan mendengar semuanya.

Begitu tahu siapa Eun-sup, apa yang ditakutkan Min-ho jadi kenyataan : Yeon-woo shock berat. Setelah mengusir pemuda itu keluar, ia mengurung diri di kamar dan baru mau keluar setelah dibujuk Ye-kang. Sementara itu, Eun-sup yang penasaran berusaha meminta penjelasan Min-ho, yang hanya bisa diam.

Untuk menebus semuanya, Yeon-woo mengambil keputusan nekat : menggunakan surat rumah untuk peminjaman ke bank dan mengembalikan semua hutangnya pada Soo-ah sekaligus keluar dari toko roti. Tidak hanya itu, ia juga mendatangi rumah Seung-beom yang saat itu terbaring lemah akibat ditusuk Ban-jang (yang kemudian ditahan).

Meski marah karena tahu pria itu adalah pembunuh sang ayah, namun Yeon-woo berusaha tenang dan mengatakan bahwa tidak akan pernah memaafkan Seung-beom. Ia juga memberitahu Seung-beom tentang penderitaan Eun-sup selama 15 tahun terakhir. Tepat saat gadis itu pergi, Eun-sup datang. Tidak terima dengan penjelasan sang ayah, ia kembali marah-marah.

Setelah lama menunggu, Min-ho akhirnya berkesempatan menemui Ban-jang yang ditahan. Sadar seberat apa beban yang dipikul pria itu, Min-ho hanya bisa mengatakan bahwa berteman dengan Ban-jang selama beberapa minggu terakhir merupakan pengalaman tak terlupakan dalam hidupnya, dan membuat mata pria itu berkaca-kaca.

Ep.15
Cara yang digunakan dengan berpura-pura sebagai gadis materialistis berhasil, Eun-sup marah kemudian menamparnya sebelum pergi. Min-ho yang berusaha menghibur gadis itu gagal total, dan langsung menarik tubuh Yeon-woo. Di pelukan sahabatnya, Yeon-woo menangis tersedu-sedu.

Eun-sup yang kecewa menghabiskan waktu dengan mabuk-mabukan, Min-ho yang tidak tega membawanya kembali ke hotel. Dirumah dalam keadaan gelap, Yeon-woo mengecek ponselnya dan mendapati pesan-pesan yang disampaikan Eun-sup. Saat bangun, Eun-sup kaget melihat kehadiran Sang-kuk, dan pergi dengan kesal.

Untuk menghibur Yeon-woo, Min-ho meminjam kunci toko ibunya. Ia membawa gadis itu kesana, dan memintanya untuk mencoba gaun pengantin. Melihat kecantikan gadis itu, Min-ho sempat tertegun sebelum melakukan hal mengejutkan : ia melamar gadis itu.

Sempat tergagap, Yeon-woo akhirnya luluh mendengar Min-ho mau menerima dia apa adanya. Saat mendengar gadis itu setuju, pemuda itu langsung melampiaskan kegembiraannya dengan berteriak-teriak. Sayang, sang ibu justru menentang keras hubungan mereka berdua.

Kembali mabuk-mabukan, Eun-sup ditemukan oleh Soo-ah yang membawanya ke hotel. Saat hendak tidur disamping pria itu, Eun-sup mendadak bangun dan menegaskan bahwa hubungan mereka telah berakhir. Dalam hatinya, ia berniat memenangkan kembali hati Yeon-woo.

Saat datang kerumah gadis itu dan bertemu dengan Ye-kang serta Dal-jae, secara tidak sengaja pria itu menemukan foto ayah Yeon-woo. Eun-sup sangat terkejut melihat wajah di foto itu adalah wajah pria yang dicekik ayahnya sampai mati belasan tahun silam. Dari situ, ia baru sadar apa penyebab perubahan sikap Yeon-woo.

Ep.16
Begitu melihat foto, Eun-sup terhenyak. Rupanya, pria dalam foto alias ayah Yeon-woo sama dengan pria yang dicekik ayahnya belasan tahun silam. Ia langsung berlari keluar rumah dan mencari Min-ho. Saat mengobrol berdua, Min-ho meminta sahabatnya untuk menjauhi Yeon-woo.

Takut Yeon-woo berubah, Min-ho meminta gadis itu mempercepat pernikahan mereka namun akhirnya ia bisa diyakinkan untuk tidak berbuat nekat. Saat pulang, Eun-sup sudah menunggu dan menceritakan semua yang diketahuinya. Meski begitu, Yeon-woo tidak bergeming, mengemasi barang pemberian pria itu, dan melemparkannya ke tepi jalan.

Melihat Eun-sup terus berlutut sampai pagi, Yeon-woo tidak tega dan mengajak bicara empat mata. Disitu, ia menceritakan niatnya menikahi Min-ho dalam waktu dekat. Sementara itu, Soo-ah yang berencana mengikuti suaminya ke Amerika mencetuskan niat menghabisi Yeon-woo didepan Sang-kuk, namun belakangan menariknya kembali sambil tersenyum penuh misteri.

Sedih dengan nasibnya, Eun-sup menziarahi makam ayah Yeon-woo. Setelah meletakkan seikat bunga, ia menangis dan menceritakan perasaan cintanya pada Yeon-woo. Sementara itu, Yeon-woo menghabiskan waktunya berdua dengan Min-ho. Saat keduanya berciuman, gadis itu sadar dirinya belum bisa melupakan Eun-sup. Min-ho hanya bisa menghela napas.

Paginya, Yeon-woo berniat mendatangi makam sang ayah dan memberitahu rencana tersebut kepada Min-ho. Ia tidak sadar, saat itu Eun-sup masih berada disana setelah menginap di hotel yang sama dengan hotel saat keduanya bermalam.

Ep.17
Benar saja dugaannya, Eun-sup berada tidak jauh dari sana. Keduanya bertatapan muka dan mengobrol, pria itu mengaku tidak akan datang ke pesta pernikahan karena harus berangkat ke Paris. Saat pulang, keduanya naik bis yang sama namun duduk berjauhan.

Setelah berusaha menjodohkan ibunya dengan Ban-jang, Min-ho berangkat ke stasiun untuk menjemput Yeon-woo. Berniat memberi kejutan, ia malah mendapatkan gadis yang dicintainya bersama Eun-sup. Min-ho diam-diam membuntuti keduanya, dan semakin salah sangka saat Eun-sup memeluk Yeon-woo. Habis kesabaran, ia mendatangi pria itu dan memukulnya.

Sesampai dirumah, Yeon-woo termenung ketika tahu hari itu adalah peringatan kematian sang ayah. Saat semuanya tidur, ia menggunakan ilmu yang diajarkan Eun-sup untuk membuat kue. Setelah berhasil, ia memasang lilin dan merayakannya sendirian sambil menangis.

Kalap mendengar Seung-beom berniat mewariskan seluruh hartanya pada Yeon-woo, Sang-kuk berbalik 'menyerang' sang ayah angkat dengan meracuninya. Dalam keadaan setengah sekarat, Seung-beom mendengar rencana busuk pria berkacamata tersebut untuk menguasai seluruh hartanya.

Saat menjaga restoran, Yeon-woo didatangi Eun-sup yang mengenakan kacamata hitam (mengingat ucapan gadis itu yang mengatakan tidak mampu melihat mata pria itu karena teringat mendiang ayahnya). Didalam, pria itu berubah pikiran dan mengatakan tidak akan pergi ke Paris sebelum Yeon-woo membuka toko roti sendiri. Niatnya membantu langsung ditolak gadis itu.

Min-ho mempercepat rencana pernikahannya dan langsung menyebar undangan, yang salah satunya diberikan kepada Eun-sup. Namun saat keduanya bertemu, Eun-sup mendesak Min-ho agar membantunya memberi bantuan supaya Yeon-woo bisa membuka toko kue sebelum menikah.

Ep.18
Saat bertemu muka, Min-ho kaget setelah mengetahui alasan dibalik wajah sedih Eun-sup : ayahnya sedang sekarat. Dirumah, Yeon-woo kaget mendengar rencana rapi yang telah disusun Min-ho. Akhirnya, impian gadis itu membuka toko kue menjadi kenyataan.

Yeon-woo semakin berseri-seri setelah ia mendapat pujian saat mengikuti kursus kue. Sayang, niat baik Min-ho belakangan ketahuan, Yeon-woo kecewa saat tahu 'dalang' di balik semua itu adalah Eun-sup dan menuduh sahabatnya tersebut sebagai orang tidak tahu malu. Derita Min-ho belum berakhir, ia dimarahi sang ibu sehingga terpaksa mengungsi ke tempat Eun-sup.

Sambil bermain basket, pria lugu itu diajari kiat-kiat memenangkan hati Yeon-woo oleh Eun-sup. Min-ho sadar kalau sikapnya selama ini salah, ia meminta Yeon-woo untuk bertemu dan sambil menunggu, merobek-robek kartu undangan yang telah dicetak.

Tepat saat hendak pergi menemui Min-ho, mendadak Yeon-woo mendapat telepon dari Sang-kuk dan mendapat kabar mengejutkan : Seung-beom ternyata bukan pembunuh ayahnya. Akibatnya, ia malah mendatangi Eun-sup baru Min-ho. Saat sampai ditempat yang telah dijanjikan, Min-ho telah pergi dan sejak itu sulit dihubungi.

Ketika bertemu Sang-kuk, Yeon-woo semakin penasaran tentang teka-teki pembunuh ayahnya apalagi pria berkaca mata itu seolah mempermainkannya. Saat menyusul Min-ho, yang minta dipindahtugaskan, keduanya adu mulut yang diakhiri dengan Min-ho yang pergi begitu saja. Sementara itu, Eun-sup yang merasa sang ayah tidak akan bertahan lagi berencana menemui Yeon-woo.

Ep.19
Sebelum pergi meninggalkan gadis itu, Min-ho berpesan supaya Yeon-woo mau memaafkan Seung-beom yang sekarat dan tidak membiarkan Eun-sup kembali ke Perancis. Tepat disaat itu, Eun-sup terus menemani sang ayah dan tidur disampingnya.

Saat hanya berdua, Sang-kuk menuturkan rencananya membunuh Yeon-woo pada Seung-beom yang tidak bisa bereaksi. Eun-sup yang belakangan datang sempat curiga terhadap sebuah benda ditempat sampah, dan memeriksakannya. Ia sangat terkejut mendengar isi dari botol kecil tersebut sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

Waktu bersama Sang-kuk, Yeon-woo terlihat oleh Ban-jang yang mengenali gadis itu, dan memutuskan untuk mengikuti setelah sebelumnya menelepon Min-ho. Sementara itu, Seung-beom yang mulai pulih membisikkan kepada Eun-sup untuk menyelamatkan Yeon-woo.

Di sebuah gudang terpencil, Sang-kuk menyiramkan bensin di sekeliling Yeon-woo sambil membeberkan kenyataan bahwa dialah pembunuh ayah gadis itu. Namun, niatnya gagal oleh kemunculan mendadak Min-ho. Keduanya terlibat pergumulan seru, yang berakhir dengan terlukanya polisi tersebut oleh pisau Sang-kuk.

Ketika hendak lari, Sang-kuk dicegat oleh Eun-sup, yang dalam keadaan marah campur berduka (karena Seung-beom belakangan meninggal) menghajar pria kaca mata itu hingga babak-belur. Saat berniat membunuh, Eun-sup diingatkan Min-ho supaya tidak melakukan kesalahan yang sama dengan kejadian 15 tahun silam.

Eun-sup tersadar, dan meminta tolong Ban-jang untuk membawa Yeon-woo yang pingsan ke rumah sakit. Kemudian, ia mengurus Min-ho yang terluka parah. Keduanya masih sempat bertukar umpatan sebelum mata Min-ho tertutup, Eun-sup langsung panik melihatnya.

Ep.20
Semua deg-degan menanti tim dokter mengoperasi Min-ho, Ban-jang semakin dipusingkan oleh bungkamnya Sang-kuk yang telah ditangkap. Saat sadar, Yeon-woo langsung menanyakan keadaan Min-ho kepada Dal-jae, yang berpura-pura mengatakan bahwa semua baik-baik saja.

Kabar tentang kritisnya kondisi Min-ho tanpa sengaja didengar Yeon-woo, yang ketika itu pura-pura tidur, dari Eun-sup. Sempat menangis mendengar pesan pria itu, ia memutuskan untuk menemani Min-ho yang terbaring dalam kondisi koma. Melihat adegan itu pagi harinya, ibu pria itu meminta pihak rumah sakit melarang siapapun menjenguk sang anak dan memarahi Yeon-woo.

Ketika hendak menebar abu sang ayah, Eun-sup terkejut melihat kehadiran Yeon-woo yang rupanya tleah memutuskan untuk memaafkan Seung-beom. Saat pulang, gadis itu menyempatkan diri mengunjungi Min-ho. Kunjungan tersebut sukses membuat pria itu bangun dari komanya, Yeon-woo yang sempat gembira mengurungkan niatnya setelah teringat pesan ibu Min-ho.

Kejutan demi kejutan dalam kehidupan Yeon-woo tidak hanya sampai disitu, ia juga mendapat kabar dari Eun-sup kalau Seung-beom telah mewariskan seluruh harta kepada gadis itu. Meski sudah tidak miskin lagi, Yeon-woo memutuskan untuk berimigrasi karena tidak ingin menyakiti Min-ho lagi.

Saat sadar, Min-ho sempat keheranan melihat Yeon-woo tidak pernah menjenguknya. Dari Eun-sup ia baru tahu kalau gadis itu terus menemaninya selama 5 hari, dan saat ini berencana pindah ke luar negeri. Kabar tersebut membuat Min-ho kaget, tapi ia berusaha menutupinya didepan Eun-sup.

Ep.21
Saat memikirkan Yeon-woo pergi dengan Eun-sup, mendadak Ban-jang masuk dengan membawa kursi roda. Keduanya harus bermain kucing-kucingan dengan petugas rumah sakit dan nyaris ketahuan ibu Min-ho. Beruntung, Ban-jang berhasil mengelabuhinya, sehingga mereka bisa keluar dari rumah sakit.

Rupanya Yeon-woo tidak pergi ke luar negeri, ia hanya mengantar Eun-sup yang hendak berkelana. Saat tiba, Min-ho baru sadar kalau dirinya dibohongi sang sahabat, yang nyengir lebar. Sebelum berpisah, Eun-sup mengingatkan Min-ho untuk menjaga Yeon-woo dengan baik.

Dengan mobil Ban-jang, Min-ho berusaha mengejar bis yang dinaiki Yeon-woo. Meski harus meringis menahan sakit, pria itu berseri-seri melihat gadis itu turun dan menghampirinya. Sayang reaksi yang diberikan tidak sesuai harapan, Yeon-woo dengan ketus mengatakan hubungan mereka telah berakhir.

Tak terasa, beberapa bulan telah berlalu sejak kejadian tersebut. Min-ho pindah ke sebuah pulau dan menjadi polisi disana, sementara ibunya dan Ban-jang siap menikah. Sementara itu, Yeon-woo dibantu oleh Dal-jae menolak menggunakan uang pemberian Seung-beom dan berjuang membuka toko roti.

Suatu hari, ia dikejutkan oleh kehadiran sahabat lama yang baru pulang dari Alaska : Eun-sup. Rupanya, Yeon-woo berniat mengembalikan semua harta Seung-beom kepada putranya, ia merasa cukup mampu hidup mandiri terutama setelah mendapat nasehat dari Soo-ah. Obrolan keduanya terputus oleh kehadiran Ban-jang, yang datang untuk menyerahkan undangan.

Ep.22 (tamat)
Cerita tentang wanita hamil yang terkena AIDS, namun tetap gembira menyambut kehamilannya, membuat Yeon-woo tersadar akan pentingnya menghargai kehidupan. Di hari pernikahan ibu Min-ho dan Ban-jang, Eun-sup mulai bersiasat untuk menyatukan kembali Yeon-woo dan Min-ho.

Memutuskan hadir setelah mendengar Min-ho tidak datang, Yeon-woo terkejut melihat kehadiran pemuda itu. Suasana sempat berlangsung canggung, apalagi setelah Eun-sup merangkul gadis itu dengan mesra. Rupanya itu hanya akal-akalan, keduanya berhasil dijebak hingga berada didalam satu mobil.

Usai mengantar pasangan pengantin baru ke bandara, Eun-sup mengunjungi Soo-ah, yang sedang hamil, dengan membawa dua buah kotak berisi kue. Ternyata yang satu lagi diberikan pada Sang-kuk, yang sedang meringkuk di penjara. Sebelum pergi, Eun-sup menceritakan bahwa almarhum ayahnya telah memaafkan pria yang disebutnya dengan panggilan kakak tersebut.

Setelah membawa Yeon-woo ke rumah barunya, ucapan Min-ho bahwa dirinya bukan apa-apa tanpa kehadiran gadis itu membuat mantan sahabat dekatnya tersebut kesal dan beranjak pergi. Min-ho harus berpura-pura bunuh diri supaya Yeon-woo runtuh pertahanannya, menangis, dan mengaku bagaimana perasaan gadis itu sebenarnya.

Saat menggendong Ye-kang, Eun-sup tersenyum melihat kemunculan dua orang yang telah ditunggunya, Yeon-woo dan Min-ho, sambil bergandengan tangan. Usahanya berhasil. Semua akhirnya hidup bahagia, terutama Yeon-woo, yang telah menemukan kekuatan dan hidup baru penuh warna setelah belajar hal terpenting dalam hidup : memaafkan kesalahan orang lain.
TAMAT

Sumber :
http://www.indosiar.com

About Mblaq

Berkas:Mblaq1.jpg

Latar belakang
Asal : Korea Selatan
Genre : Musik populer
Tahun aktif : 2009 –kini
Label : J. Tune Entertainment
Anggota :
Seung Ho
G.O
Joon
Thunder
Mir
Mantan anggota : Sang Bae


Tentang Mblaq
MBLAQ (엠블랙, singkatan dari Music Boys Live in Absolute Quality) merupakan sebuah boy band asal Seoul, Korea Selatan yang di produseri oleh penyanyi R&B terkenal Rain. Anggotanya berjumlah lima orang, antara lain Seung Ho, Lee Joon, GO, Cheundung, dan Mir. Mblaq sendiri juga berada dibawah payung Jtunes Entertainment, yaitu sebuah agensi yang didirikan sendiri oleh Rain. Grup ini mulai muncul ke hadapan publik pada 9 Oktober 2009, dan kemudian merilis komposisi tunggal perdananya, "Oh yeah", pada 4 Oktober 2009. Mblaq adalah salah satu band yang telah ditunggu kehadirannya sebelum debut. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah Cheundung, yang bernama asli Park Sang Hyun merupakan adik dari salah satu anggota grup penyanyi wanita 2NE1, Sandara Park.


Pra Debut
MBLAQ telah menjalankan training selama dua tahun, sebelum akhirnya melakukan debut pada Oktober 2009. Sebelum debut pun, anggota Mblaq sudah berkecimpung dibidang entertain. Salah satunya adalah Lee Joon, yang pernah bermain dalam film Ninja Assasin bersama sang Presiden Rain. Lee Joon berperan sebagai Raizo, atau tepatnya Rain versi muda. Anggota lain yang sudah tidak asing, adalah Jung Byung Hee atau G.O yang pernah tergabung dalam trio TY KEYS pada tahun 2007 lalu. Selain itu, anggota yang bernama Bang Chul Yong atau yang lebih dikenal dengan nama Mir juga tidak telepas dari kesuksesan sang kakak perempuannya yang merupakan artis ternama Go Eun Ah. Chun Doong atau biasa akrab disebut Thunder, adalah adik dari Sandara Park (2NE1).

Sumber :
http://id.wikipedia.org

Selasa, 08 Februari 2011

Super Junior At The 2010 Dream Concert

Note :
Super Junior attends the 2010 Dream Concert on May 22, 2010 in Seoul, South Korea.









Dari Konser "Super Show 3" Singapura, Ramai Tapi Tertib

Super-Show-3-Singapura

TIGA jam sebelum konser, Bintang sudah ikut barisan masuk arena konser. Antrean terlihat lumayan panjang. Tapi senangnya, semua berjalan tertib. Barisan pun rapi, jadi mengantre agak lama pun tak harus berpeluh keringat.

Duduk bersila di pelataran luar arena sambil mengantre pun asyik, karena ruangannya tertutup dan tak terguyur hujan.

Berbagai cerita didapat. Salah satunya dari ELF asal Makassar bernama Lia (bulan Evrilia-red).

Lia beruntung bisa mendapatkan tiket dengan harga normal, karena sebelumnya sempat stres tak berhasil mendapatkan tiket pertunjukan hari Sabtu.

“Padahal aku sudah pesan tiket pesawat duluan. Mana dari Makassar, kan enggak ada yang langsung ke Singapura, jadi terpaksa ke KL dulu. Makanya harap-harap cemas begitu kehabisan tiket. Nyaris saja aku bayar tiga juta, dua kali lipat harga normal--hasil perburuan di Twitter. Untungnya belum sempat bayar, dengar kabar bakal ada show kedua. Langsung cari, dan akhirnya dapat,” paparnya.

Perjuangan Lia tak sia-sia. Suju mempersembahkan performa terbaik. Beberapa menit jelang pukul 16.00 Bintang dan seluruh penonton sudah berada di dalam stadion.

Rasa takjub pun seketika melanda melihat desain panggung yang keren--lebih keren dibanding saat Bintang menonton “Sushow 2” di Malaysia tahun lalu.

Beberapa menit disuguhi iklan sponsor, teriakan membahana terdengar begitu di layar besar muncul video pemenang kompetisi tari ala Suju.

Bayangkan, baru mendengar musiknya tanpa kehadiran sosok sepuluh cowok ganteng itu saja, sudah begitu heboh!

Jeritan makin kencang bergaung ketika layar besar ganti menayangkan video personel Suju menyampaikan pesan tentang rencana Sushow di Singapura.

“Hello, we are Super Junior!” begitu sapa mereka di video.

“Ayo fans Singapura, rayakan kebahagiaan bersama kami karena akhirnya Sushow hadir di Singapura!” sambung sang leader Leeteuk. Mereka pun kompak bersorak sorai. Eunhyuk bahkan heboh lompat-lompat sambil mendorong dan memeluk Donghae.

“Kenapa Eunhyuk?” tanya Leeteuk. “Aku sangat bahagia karena ini konser pertama di Singapura,” ujarnya dengan tampang polos dan kocak.

Leeteuk berharap semoga stadion penuh fans, sehingga mereka bisa bersama-sama berbagi kebahagiaan.

Harapan itu terkabul. Stadion penuh ELF yang sangat setia menikmati pertunjukan dari awal sampai penghabisan, yang memakan waktu sekitar tiga jam.

Sumber :

Dari Konser "Super Show 3" Singapura, Heechul: “Saya Genius!”


BINTANG menonton konser"Super Show 3" (SS3) di hari kedua. Tak seperti konser pertama, konser kedua dimulai lebih awal, sekitar jam 16.30 waktu Singapura. Sebelumnya, para personel Suju menggelar jumpa pers. Leeteuk mewakili teman-temannya mengungkapkan kegembiraannya bisa bertemu fans di Singapura.

Ketika MC memberi tahu bahwa tiket konser mereka habis dalam waktu 1,5 jam, Eunhyuk bilang, nantinya ia ingin tiket konser Suju terjual dalam waktu lebih singkat lagi.

“Kami berterima kasih kepada semua fans atas dukungan yang besar. Di masa yang akan datang, kami akan bekerja lebih giat lagi untuk memberikan penampilan hebat, jadi nantinya tiket konser kami bisa terjual dalam 30 menit,” kata Eunhyuk.

Seperti biasa, komentar Heechul mengundang tawa.

Saat ditanya mengapa ia memilih meniru gaya Lady Gaga di konser SS3, ia menjawab santai, “I’m genius! Untuk Super Show 3 kami ingin sesuatu yang sangat powerful dan berpengaruh. Jadi, saya muncul dengan 3 partner di sini: Donghae, Shindong, dan Eunhyuk. Kami berdandan seperti Lady Gaga dan Beyonce dan menghibur penonton. Dan saya pikir berhasil,” ceplosnya.

Memang berhasil. Kami jadi saksi betapa kocaknya Heechul dkk membuat penonton konser SS3 merasa uang jutaan rupiah yang dikeluarkan tak sia-sia.

Sumber :

Dari Konser "Super Show 3" Singapura, ELF Indonesia Eksis

Indonesia-ELF

BEGITU penjualannya dibuka, 5.000 tiket SS3 ludes terjual dalam waktu 1,5 jam saja. Berhubung jumlah penonton membeludak, RITS Singapura mengambil jalan tengah, membelah konser SS3 yang semula hanya diadakan Sabtu (29/1), menjadi dua hari.

Penonton yang tak kebagian tiket Sabtu, bisa membeli tiket show kedua yang diadakan keesokan harinya. Meski begitu, banyak lho ELF yang sudah mendapat tiket konser hari pertama, tetap beli tiket hari kedua.

Cuaca mendung sedikit gerimis tak menyurutkan semangat ELF berkumpul di sekitar Singapore Indoor Stadium, tempat konser digelar. Meski konser hari pertama baru dimulai jam 7 malam, sejak siang lokasi konser sudah dipadati ELF.

Selain para pemegang tiket di arena mosh pit harus tunduk pada kondisi siapa cepat dia dapat, lokasi konser diramaikan dengan berbagai proyek ELF.

Sekelompok ELF Singapura membuat proyek membagi-bagikan kartu, foto, kipas, dan ucapan ulang tahun untuk Kyuhyun yang berulang tahun pada 3 Februari lalu.

Ada pula yang menggelar baliho bergambar Leeteuk berukuran jumbo.

ELF Indonesia tak mau ketinggalan. Kelompok Indonesian Elf Project membuat kaus seragam ELF Indonesia, banner bertuliskan “Indonesia Love Super Junior”, juga medali berlapis emas asli yang dibagikan untuk setiap personel Suju.

Untuk proyek itu, Lia dkk mengumpulkan uang lewat keuntungan penjualan kaus dan donasi yang dipromosikan lewat Twitter.

Hasil donasinya enggak banyak, hanya sekitar 2,5 jutaan. Tapi kami berhasil membuat proyek ini,” ujar Lia senang.

Makin senang lagi, karena mereka berhasil memberikan medali emasnya dan dipakai oleh Yesung, Siwon, dan Eunhyuk saat konser lho!

Sumber :

Dari Konser "Super Show 3" Singapura

SUJU-SIngapura-3-rizky

KONSER Super Junior “Super Show 3 (SS3)” di Singapura bukan hanya menjadi acara paling penting dan ditunggu-tunggu ELF di Negeri Singa.

Ratusan ELF dari Indonesia juga menjadikan acara ini sebagai sarana mewujudkan mimpi mereka: bertemu sepuluh cowok asal Korea idola.

Mereka adalah Leeteuk, Heechul, Sungmin, Donghae, Shindong, Yesung, Eunhyuk, Ryeowook, Siwon, dan Kyuhyun, plus dua personel Super Junior M, Henry Lau dan Zhou Mi.

Berhubung harapan menyaksikan konser SS3 di Tanah Air semakin tipis, SS3 di Singapura diserbu ELF Indonesia. Sejak penjualan tiket dibuka November lalu, ELF pantang menyerah mencari tiket SS3 yang harganya tak murah: 211 dan 161 dollar Singapura atau sekitar 1,5 dan 1,2 juta rupiah!

Perburuan tiket yang sulit masih harus ditambah perburuan mengejar personel Super Junior di Singapura. Sudah jauh-jauh ke negara tetangga, kurang puas rasanya kalau hanya menonton Suju di konser.

Maka, ELF pun melakukan persiapan stalking alias memata-matai kegiatan para personel Suju. Seperti biasa, bandara dan hotel jadi sasaran utama.

Kamis (27/1) sore, ELF berbondong-bondong ke Bandara Internasional Changi, setelah mendapat kabar bahwa dua personel Suju--Leeteuk dan Heechul--akan tiba di Singapura lebih awal daripada rekan-rekan lainnya.

Sayang, sampai waktu perkiraan mereka tiba, dua personel Suju itu tak kunjung muncul.

Situasi hampir sama terjadi keesokan harinya, ketika enam orang personel Suju--Sungmin, Donghae, Kyuhyun, Ryeowook, Eunhyuk, dan Shindong--dijadwalkan tiba di Singapura.

Fans yang berniat menyambut di bandara juga tak bisa menemukan jejak idola.

Oh ya, karena jadwal syuting yang padat, Sungmin dan Siwon baru menyusul teman-temannya Sabtu pagi (29/1).

Kalau pengamanan Suju di dunia nyata dijaga ketat, di dunia maya ELF bisa lebih mudah mengetahui kondisi idolanya.

Sebuah akun Twitter fanbase mendapat info, para personel Suju memesan kepiting untuk makan malam. Mereka makan di kamar dan tak turun ke restoran.

Lewat Twitter pribadi personel Suju, ELF bisa mendapat foto-foto terbaru plus komentar mereka langsung.

Selain mengunggah foto dirinya di kamar hotel dan backstage, dari akun Twitter @heedictator, Heechul mengungkapkan kekagumannya atas negara Singapura yang superbersih.

“Beautiful Singapore!! Clean Clean!!,” tulisnya.

Sumber :
http://www.tabloidbintang.com

Senin, 07 Februari 2011

Lee Hong Ki Liburan Bersama Heechul



Beberapa waktu yang lalu, Lee Hong Ki dan Heechul jalan-jalan ke Shibuya Jepang. Terlihat mereka sangat menikmati liburan mereka itu.

Sumber :

Lee Hong Ki Pacaran Dengan Selebriti?

                    Lee Hong Ki / AsianPlus

Para penggemar setia F.T Island tampaknya harus bersiap-siap patah hati. Pasalnya, vokalis grup ini, Lee Hong Ki baru saja mengakui pernah berpacaran dengan seorang selebriti.

Saat menjadi bintang tamu acara 100 Points out of 100 pada 27 November lalu, Hong Ki berkata, “Saya pernah berkencan dengan kekasih dari kalangan selebriti.” Namun saat para personel F.T Island lainnya menanyakan apakah dia masih berpacaran atau tidak, Hong Ki tak mau menjawab. “Hmm, saya tidak yakin. *Apakah* kami masih berpacaran?” ucap bintang serial He’s Beautiful ini.

Sumber :

Sabtu, 05 Februari 2011

Profil Mblaq


Boyband Bentukan Rain Bi


SEUNGHO

Nama
: Yang Seung Ho
Stage Name : Seungho
Tanggal lahir : 16 Oktober 1987
Tinggi/ Berat Badan : 176/60 kg
Pendidikan : SeJong University Film Arts
Bakat : Gymnastik, Dance, Piano, Card Tricks
Charm : Strong leadership
Posisi: Leader, Dance, Vocal


JOON

Nama
: Lee Joon
Stage Name : Joon
Tanggal lahir: 7 Februari 1988
Tinggi/Berat badan: 180 cm/63 kg
Pendidikan: Korean National University of arts
Bakat: Modern Dance, ballet, acting
Hobi: Exercising
Film: Ninja Assassin *november 2009*
Iklan: Nivea, 6to5 s/s Pictorial
Posisi: Dance, Vocal


G.O

Nama: Jung ByungHee
Stage Name : G.O
Tanggal lahir: 6 November 1987
Tinggi/Berat badan: 177 cm/64 kg
Pendidikan: GukJe Digital University
Bakat: Singing, Dancing
Hobi: memasak
Charm: soft voice, charming facial hair
Posisi: Main Vocal


CHEONDOONG / THUNDER

Nama
: Park SangHyun
Stage Name : Thunder / Cheondoong
Tanggal lahir: 7 Oktober 1990
Tinggi/Berat badan: 181 cm/56 kg
Pendidikan: PPCHA
Bakat: Dancing, rapping, singing, english,tagalog
Hobi: Music appreciation, composition, lyric-


M.I.R.

Nama
: Bang Cheol Yong
Stage Name : MIR
Tanggal lahir: 10 Mei 1991
Tinggi : 178 cm
Berat badan: 60 kg
Pendidikan: KyungHee Cyber University
Bakat: singing, dancing
Hobi: Practicing gags
Charm: handsome and husky
Posisi: rap, dance


Gallery Photo :











Sumber :

Konser di Singapura, Yesung "SuJu" Dilempar Lightstick


Note :
Video Yesung dilempar lightstick bisa dilihat, tepat di menit 3:19.

Sumber :

Insiden Konser SuJu di Singapura, dari Kecelakaan Mobil Sampai Dilempar Lightstick

suju---foto-rizki
Konser Super Junior di Singapura. (Rizki/BI)

KONSER Super Junior (SuJu) di Singapura akhir pekan kemarin menyisakan banyak cerita.

Pertama, tentu kedatangan SuJu yang bikin heboh. Pada 28 Januari, saat mereka tiba di Singapura, dua personel SuJu terlibat dalam kecelakaan mobil beruntun yang melibatkan 7 mobil.

Beruntung kedua personel SuJu itu, Leetuk dan Heechul tak mengalami luka serius. Lewat akun Twitter-nya, mereka berkicau soal kecelakaan mobil yang mereka alami. “Tiba di Singapura.. saya merasa ini tempat yang indah.. saya senang kalian mengikuti mobil kami, tapi harap hati-hati. Saya kena tabrakan beruntun 7 mobil… hampir saja mati,” tulis Leetuk seperti dikutip AllKPop.

Sementara itu, Heechul menulis di akun Twitter-nya, “Sekarang, bila ingin menemui kami, datanglah ke stadion… Jangan malah membahayakan diri sendiri dan orang lain. Saya tak mau diingatkan lagi soal kecelakaan itu.”

SuJu menggelar konser selama dua hari di Indoor Stadium Singapura pada 29 dan 30 Januari. Usai konser esok harinya, Senin (31/1), mereka langsung kembali ke Korea Selatan. Begitu sampai, Senin pagi kemarin waktu setempat Leetuk langsung memeriksakan dirinya ke rumah sakit.

“Leetuk telah kembali dari Singapura ke Seoul dengan anggota lainnya pagi-pagi. Tak lama setelah sampai, ia pergi ke rumah sakit untuk mengecek kemungkinan terluka dan mendapat perawatan,” kata juru bicara SM Entertainment, manajemen artis yang menaungi SuJu, seperti dikutip AllKPop, Selasa (1/2).

Sedang Heechul tak memeriksakan diri ke rumah sakit karena jadwalanya padat.

suju
Yesung kesakitan usai dilempar lightstick. (dok.You Tube)

Selain insiden kecelakaan mobil beruntun, SuJu juga kena kesialan lain. Saat konser, sebuah lightstick (tongkat lampu) yang dilempar penonton tepat mengenai kepala Yesung.

Rekaman konser yang diunggah fans ke You Tube memperlihatkan saat-saat Yesung kesakitan kepalanya dilempar lightstick.

Liputan lengkap konser SuJu bisa dibaca di tabloid Bintang Indonesia yang terbit Sabtu, 5 Februari 2010.

Sumber :